JAKARTA - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) bersama PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan sinergi demi mendukung keandalan layanan energi penerbangan lewat Penandatanganan Kontrak Perjanjian Sewa Fuel Delivery System (FDS).
Anggota atau Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano menyebutkan bahwa kolaborasi ini adalah wujud upaya menjaga keberlanjutan serta jaminan layanan energi penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
“Kerja sama ini menegaskan komitmen bersama untuk menjaga layanan yang andal, aman, efektif dan profesional. Bagi Batam, dukungan sistem penyaluran bahan bakar penerbangan yang baik merupakan bagian penting dalam memperkuat konektivitas dan pelayanan kebandarudaraan,” ujar Denny dalam keterangan resmi pada hari Sabtu.
Proses penandatanganan kesepakatan tersebut dilaksanakan oleh Anggota atau Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano bersama Vice President Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga Yosep Iswadi.
Denny menjelaskan bahwa keberadaan jaminan layanan energi penerbangan sangat terhubung dengan aneka sektor strategis di Batam. Sektor yang dimaksud mencakup bidang investasi, industri, logistik, sampai transportasi.
Oleh sebab itu, pihak BP Batam menaruh harapan besar agar kemitraan dengan PT Pertamina Patra Niaga mampu memberi kepastian layanan. Langkah ini juga diharap menjadi dasar untuk perluasan kerja sama di masa mendatang.
“Ke depan, di bawah kepemimpinan Bapak Amsakar Achmad dan Ibu Li Claudia, tentu dapat ditingkatkan skema kerja sama yang lebih luas sehingga bisa terlibat langsung dalam keberlanjutan Bandara Internasional Hang Nadim,” katanya menambahkan.
Di sisi lain, Vice President Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga Yosep Iswadi mengutarakan bahwa kesepakatan FDS ini adalah langkah taktis perusahaannya. Tujuannya guna memperkuat dukungan ketahanan energi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
“Kami berkomitmen mendukung seluruh kebutuhan penerbangan di Batam sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Yosep.
Yosep memaparkan bahwa dukungan energi ini tidak cuma ditujukan untuk penerbangan komersial semata. Fasilitas tersebut juga menyokong kemajuan industri aviasi di Batam, di antaranya sektor Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).
Dirinya turut berharap agar kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga dan BP Batam bisa terus berlanjut secara konsisten. Fokus utamanya adalah pada pembangunan sarana serta fasilitas pendukung penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim.
“Semoga ke depan kerja sama dapat ditingkatkan, khususnya dalam pengembangan sarana dan fasilitas di Bandara Internasional Hang Nadim,” katanya.