BULETINENERGI.COM — Barcelona mencetak 33 gol hanya dari tujuh pertandingan pembuka musim 2026/2027, torehan terbesar kedua sepanjang sejarah klub. Racikan Hansi Flick juga menempatkan Blaugrana sebagai tim pertama La Liga yang menang enam kali beruntun sambil membukukan 28 gol.
Pesta gol Barcelona berlanjut di La Liga. Menjamu tim promosi Racing Santander, pasukan Hansi Flick menang 7-2 dan kukuh di puncak klasemen dengan 18 poin dari enam laga.
Produktivitas itu belum termasuk penampilan di Liga Champions. Berhadapan dengan Feyenoord pada 9 September, Azulgrana menang telak 5-1.
33 Gol dari Tujuh Laga, Terbaik Kedua dalam 111 Tahun
Total tujuh pertandingan resmi menghasilkan 33 gol bagi Barcelona. Menurut catatan Mister Chip, hanya satu periode awal musim yang lebih ganas: 44 gol dari tujuh laga pembuka, terjadi 111 tahun lalu saat tim asal Catalunya dilatih Jack Greenwell.
Di La Liga, Flick menorehkan rekor yang belum pernah terjadi. Barcelona jadi tim pertama dalam sejarah kompetisi yang mengawali musim dengan enam kemenangan beruntun sekaligus mencetak 28 gol.
Sevilla musim 1940-1941 sempat mencetak 32 gol di enam pekan pertama, tapi tidak menyapu bersih kemenangan. Anak asuh Pepe Brand hanya menang empat kali pada rentang tersebut.
Raphinha dan Lamine Yamal Ulangi Sejarah 86 Tahun
Gelontoran gol Barcelona bertumpu pada duet Raphinha dan Lamine Yamal. Keduanya sudah mencetak 16 gol di enam pertandingan awal Liga Spanyol, dengan Raphinha menyumbang sembilan dan Yamal tujuh.
Catatan itu mengulang sejarah 86 tahun silam. Setelah musim 1940-1941, belum ada lagi duet Barcelona yang mencetak lebih dari 16 gol dari enam laga pembuka liga.
Kombinasi keduanya membuat lini serang Blaugrana sulit dibendung. Raphinha dan Yamal kini jadi duet tersangar Barcelona di fase awal musim ini.
Rekor demi Rekor di Tangan Flick
Pelatih asal Jerman itu mengubah Barcelona menjadi mesin gol yang konsisten sejak pekan pertama. Enam kemenangan beruntun plus 28 gol di La Liga jadi bukti taktiknya berjalan mulus.
Santander jadi korban terbaru. Tujuh gol bersarang ke gawang tim promosi tersebut, menegaskan dominasi Barcelona di depan publik sendiri.
Yang menarik, torehan Flick menyamai jejak Pepe Brand bersama Sevilla pada 1940-1941 dari sisi jumlah gol. Bedanya, Brand tidak mampu menjaga kesempurnaan hasil.
Barcelona akan berusaha menjaga tren ini di laga-laga berikutnya. Jika konsisten, rekor 44 gol milik era Jack Greenwell bukan hal mustahil dikejar.