BULETINENERGI.COM — Lonjakan pendaftar kali ini jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya. Pada sesi wawancara langsung (walk-in interview) hari pertama, Senin (24/8), jumlah peserta hadir membeludak hingga tiga kali lipat dibandingkan rata-rata tahunan yang hanya sekitar 400 orang.
Human Capital dan General Affair Manager MGPA, Nurjanah Firdaus Dewi, menyebut animo masyarakat untuk terlibat di ajang internasional ini meningkat tajam sejak pendaftaran dibuka pada 24 Agustus lalu.
Prioritas Utama untuk Warga Lombok Tengah
Dari total 2.500 pendaftar yang resmi terdaftar, komposisinya didominasi warga lokal. Sebanyak 60 persen berasal dari Lombok Tengah, sementara sisanya dari Kota Mataram, Lombok Barat, hingga luar daerah.
"Tapi yang kami utamakan dari dalam daerah dulu," tegas Nurjanah di Lombok Tengah, Sabtu (29/8).
Para calon relawan bersaing untuk mengisi posisi krusial di Sirkuit Pertamina Mandalika, mulai dari petugas kebersihan, manajemen, keamanan, kontrol keramaian, hospitality, marshal, hingga ticketing. Seluruh pendaftar wajib melewati wawancara awal dan seleksi ketat berbasis pengalaman, kualifikasi teknis, serta keramahan.
Standar Khusus untuk Petugas Hospitality
MGPA menerapkan standar ketat bagi calon petugas hospitality. Tidak cukup hanya ramah, mereka juga harus menjaga penampilan dan kebersihan diri selama bertugas.
"Khusus untuk hospitality, ketentuannya tidak sekadar murah senyum, tetapi juga harus ramah, rapi, dan bersih," tambah Nurjanah.
Merespons antrean yang memadat, MGPA langsung mengevaluasi alur seleksi. Panitia menyediakan ruang tunggu (holding room) dan membagikan air minum demi menjaga kenyamanan peserta selama proses wawancara berlangsung.
Atmosfer Paddock Jadi Magnet Mahasiswa Lokal
Pengalaman kerja di event balap internasional menjadi daya tarik utama, khususnya bagi mahasiswa daerah. Intan Karina Lestari, mahasiswi semester akhir UIN Mataram asal Lombok Tengah, mengaku antusias melamar posisi ticketing setelah sebelumnya bertugas di ajang GT World Challenge Asia.
"Saya senang bertemu banyak orang dan mencari pengalaman. Apalagi sirkuit ini ada di Lombok Tengah, tempat tinggal saya. Tentu saya ingin berpartisipasi dan memanfaatkan keberadaan sirkuit ini sebaik-baiknya," ungkap Intan.
Hal senada disampaikan Dion, mahasiswa semester enam Poltekpar Lombok asal Praya. Ini merupakan kali ketiga dirinya melamar untuk posisi ticketing dan hospitality. "Saya ingin ilmu yang didapat di bangku kuliah tidak sia-sia. Ajang ini sangat tepat untuk mengasah interpersonal skill," tuturnya.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026. Progres penjualan tiket telah mencapai 42 persen, dan Pemprov NTB optimistis target 150 ribu penonton tercapai dengan kehadiran pembalap Indonesia.