The Jakmania Resmi Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar, Harga Tiket Naik Jadi Pemicu

The Jakmania Resmi Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar, Harga Tiket Naik Jadi Pemicu

BULETINENERGI.COM — Kebijakan penetapan harga tiket untuk laga pramusim dan kompetisi Super League 2026/2027 menjadi titik api konflik antara manajemen Persija Jakarta dan The Jakmania. Pengurus Pusat bersama Koordinator Wilayah The Jakmania secara resmi menyatakan boikot terhadap pertandingan melawan Brisbane Roar.

Dalam pernyataan resminya, Pengurus Pusat The Jakmania menyebut harga dasar tiket untuk anggota dipatok Rp130.000 untuk tribun atas dan Rp150.000 untuk tribun bawah, belum termasuk pajak dan biaya administrasi. Angka ini dinilai tidak masuk akal mengingat musim lalu tarifnya lebih rendah.

"Sehubungan dengan telah dipublikasikannya harga tiket tribun barat, serta mendengar aspirasi dari Anggota serta Wilayah dan Biro Luar Kota The Jakmania, Pengurus Pusat bersama Koordinator Wilayah telah melakukan pertemuan dengan Manajemen Persija Jakarta pada hari Rabu (26/8)," demikian pernyataan resmi pengurus.

Bambang Pamungkas: The Jakmania Bukan Sekadar Customer

Manajemen Persija buka suara. Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menganggap The Jakmania sebagai pelanggan biasa.

"Saya mewakili manajemen, menyampaikan bahwa yang beredar selama ini The Jakmania adalah customer itu tentu tidak demikian. Kami tentu menganggap The Jakmania sebagai suporter yang sama-sama sejak awal secara historis memiliki ikatan batin yang kuat untuk bertarung atau berjuang atas nama Kota Jakarta," kata Bambang Pamungkas.

Legenda hidup Persija itu juga meluruskan informasi yang beredar di publik. Tarif umum yang dipublikasikan manajemen memang berkisar Rp250.000 hingga Rp1,6 juta, tetapi alokasi khusus bagi anggota The Jakmania tetap disediakan melalui mekanisme distribusi internal.

Beban Operasional Jakarta 4-5 Kali Lipat Lebih Mahal

Bambang menjelaskan alasan di balik penyesuaian tarif. Biaya penyelenggaraan pertandingan di ibu kota disebut sangat besar, bahkan jauh melebihi kota-kota lain.

"Perlu kita pahami bersama, untuk menjalankan pertandingan di Jakarta itu cost cukup besar, sangat besar bahkan. Kalau boleh dianalogikan, cost itu mungkin bisa untuk melaksanakan pertandingan-pertandingan home di kota lain, mungkin 4 atau 5 kali," ungkapnya.

Kontribusi finansial dari penjualan tiket selama ini baru memenuhi porsi kecil dari total beban operasional tim. Manajemen mencatat angka tersebut hanya mencapai 10-15 persen.

"Jadi itu mengapa ketika The Jakmania hadir atau menjadi penonton terbanyak di setiap musim, tapi secara finansial hanya bisa sampai angka 10 sampai 15 persen dari total pengeluaran. Kontribusinya yang coba kita maksimalkan dan sekali lagi semoga bisa diterima oleh semua kalangan," tambah Bambang.

Harapan Manajemen: Jangan Tinggalkan Stadion

Manajemen mengonfirmasi telah berkomunikasi langsung dengan Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra. Bambang bahkan mengirimkan pesan pribadi agar suporter tetap hadir memadati JIS pada momentum peluncuran skuad resmi.

"Saya secara pribadi juga sempat mengirimkan pesan kepada Ketua Umum The Jakmania, Bung Adit. Kami berharap teman-teman The Jakmania tetap hadir di stadion karena The Jakmania adalah urat nadi perjuangan Persija," ujar mantan striker timnas Indonesia tersebut.

Meski terjadi perbedaan pandangan, Bambang yakin ikatan emosional antara klub dan suporter akan menemukan titik temu. "Mungkin pada satu titik saat ini, terjadi sedikit perbedaan, tapi saya meyakini adanya ikatan emosional, ikatan batin yang begitu kuat, saya meyakini suatu saat nanti ada titik temu yang membuat kami akhirnya bisa bersama lagi dan semoga itu tidak dalam waktu yang lama," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index