BULETINENERGI.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat untuk periode 17-19 September 2026, dengan Sumatra Utara dan Jawa Barat berstatus Siaga. Sejumlah wilayah di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Papua masuk kategori Waspada, sementara tidak ada daerah yang berstatus Awas. Peringatan ini penting bagi pengguna smartphone aktif di kota-kota besar yang mobilitasnya bergantung pada prakiraan cuaca harian.
Tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas atau hujan ekstrem pada periode ini. Sejumlah daerah lain berstatus Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
Daftar Wilayah Berstatus Siaga
BMKG menempatkan dua provinsi dalam kategori Siaga, yaitu Sumatra Utara dan Jawa Barat. Keduanya diprakirakan mengalami hujan intensitas lebat hingga sangat lebat.
Status Siaga menandakan perlunya kewaspadaan terhadap potensi genangan, banjir lokal, dan pohon tumbang. Warga di kedua wilayah disarankan memantau update cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Wilayah Berstatus Waspada
Sebanyak 16 wilayah masuk kategori Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Daftarnya mencakup Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan Bengkulu.
Di Jawa, hanya Jawa Tengah yang berstatus Waspada. Sementara di Kalimantan, tiga provinsi masuk daftar: Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Dua wilayah Papua juga berstatus Waspada, yakni Papua Pegunungan dan Papua.
Enam Wilayah Berpotensi Angin Kencang
BMKG juga mencatat potensi angin kencang di enam wilayah: Bali, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Peningkatan kecepatan angin ini dapat terjadi bersamaan dengan pertumbuhan awan konvektif. Penguatan aliran angin dalam skala lebih luas turut menjadi pemicunya.
El Niño Sangat Kuat Tekan Pasokan Uap Air
Pada periode dasarian II September hingga dasarian I Oktober 2026, curah hujan di sebagian besar Indonesia diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah. Curah hujan rendah, kurang dari 50 mm per dasarian, diperkirakan terjadi di Sumatra bagian tengah hingga selatan, Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian Papua.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan uap air untuk mendukung pembentukan awan hujan masih relatif terbatas, salah satunya berkaitan dengan pengaruh El Niño kategori sangat kuat yang cenderung mengurangi suplai kelembapan ke wilayah Indonesia," tulis BMKG dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 15-21 September 2026.
Meski pasokan uap air terbatas, peluang hujan tetap terbuka di sejumlah daerah. Aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin berperan dalam mendorong pembentukan awan hujan.
Pemicu Hujan Lokal di Sumatra, Kalimantan, dan Papua
Pada periode 15-21 September 2026, hujan diprakirakan masih berpotensi terjadi di sebagian Sumatra, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah dan selatan, Papua Pegunungan, dan Papua. Potensi ini dipengaruhi terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin di sekitar Sumatra, Laut Natuna, Selat Makassar, hingga perairan Maluku dan Papua.
Kondisi atmosfer yang cukup labil di sebagian Sumatra, Kalimantan, dan Papua juga mendukung terbentuknya awan hujan secara lokal. Faktor lokal ini membuat hujan bisa turun meski skala regional menunjukkan curah hujan rendah.
Bagi pelaku bisnis digital dan logistik, peringatan ini relevan untuk perencanaan rute pengiriman dan operasional lapangan. Sementara bagi pengguna smartphone, memantau aplikasi cuaca resmi BMKG menjadi langkah praktis menghadapi perubahan kondisi harian.