Von der Leyen Usulkan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama Uni Eropa

Von der Leyen Usulkan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama Uni Eropa

BULETINENERGI.COM — Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan Kanada menjadi anggota asosiasi pertama blok tersebut, sebuah langkah yang menantang definisi keanggotaan Uni Eropa yang selama ini berbasis geografi benua. Usulan disampaikan dalam pidato tahunan State of the European Union dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney duduk di sisi kirinya. Pembahasan lanjutan dijadwalkan pada KTT Kanada-Uni Eropa Oktober mendatang.

Usulan von der Leyen menandai pertama kalinya seorang pemimpin eksekutif Uni Eropa secara terbuka membayangkan keanggotaan asosiasi bagi negara di luar benua. "Kita harus segera membayangkan ulang kemitraan kita," kata von der Leyen dalam pidatonya, dikutip dari pernyataan resmi Komisi Eropa.

Kanada menyambut baik pembukaan tersebut. Duta Besar Kanada untuk Uni Eropa, Jonathan Wilkinson, menyatakan Ottawa ingin "sedekat mungkin" dengan blok itu.

Isi Proposal: Dari Perdagangan hingga Visa Kerja

Von der Leyen menjabarkan perluasan perjanjian perdagangan bebas yang sudah ada sebagai titik awal. Seorang pejabat Kanada kepada Associated Press pekan lalu menyebut kedua pihak tengah membahas bentuk ikatan yang berhenti tepat sebelum keanggotaan penuh.

Skema yang dibahas mencakup izin bagi warga Kanada untuk tinggal dan bekerja di negara anggota Uni Eropa tanpa visa. Kerja sama pertahanan, pengadaan mineral kritis, keamanan ekonomi, dan pengembangan kecerdasan artifisial masuk dalam paket yang dinegosiasikan.

Wilkinson menambahkan pembahasan lebih rinci akan berlangsung pada KTT Kanada-Uni Eropa bulan Oktober. Regulasi Uni Eropa mensyaratkan persetujuan bulat seluruh negara anggota untuk menerima anggota baru.

Latar Belakang: Ketegangan dengan Washington

Carney telah melobi kesepakatan semacam ini ke pejabat Eropa selama berbulan-bulan. Langkah itu muncul di tengah hubungan Ottawa dan Brussels dengan Washington yang menegang di bawah Presiden Donald Trump.

Bulan lalu, Gedung Putih memberlakukan tarif menyeluruh terhadap barang Kanada senilai sekitar USD 20 miliar. Ottawa membalas dengan bea masuk "dolar per dolar" pada sekitar 700 produk Amerika Serikat.

Kanada merupakan salah satu mitra dagang terbesar Amerika Serikat, dengan perdagangan bilateral mencapai sekitar USD 872,3 miliar pada 2025. Meski demikian, Ottawa mulai memprioritaskan hubungan dengan Uni Eropa di atas apa yang dulu dianggapnya mitra terdekat.

Ketegangan diperparah perang kata-kata antara Trump dan Perdana Menteri Ontario Doug Ford, plus ancaman berulang presiden AS menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51.

Hambatan di Dalam Uni Eropa

Tidak semua pihak di Eropa menyambut antusias proposal von der Leyen. Seorang diplomat Uni Eropa kepada Financial Times menyebut Kanada sebagai salah satu dari sedikit negara ketiga yang ingin didekati blok itu.

"Tetapi bahkan dengan mereka, kita semua tahu harus berhati-hati ketika mulai berbicara soal akses perdagangan dan perlakuan istimewa," ujar diplomat tersebut.

Sebanyak 10 negara anggota Uni Eropa belum meratifikasi perjanjian perdagangan bebas blok itu dengan Kanada yang diteken pada 2017. Mereka beralasan sejumlah ketentuan dinilai menguntungkan investor Kanada.

Makna di Balik Pembicaraan Tingkat Tinggi

Terlepas dari apakah ide itu terwujud, pembicaraan di level tertinggi menjadi penanda apa yang disebut Carney sebagai "keretakan tatanan dunia". Perdana Menteri Kanada dijadwalkan berpidato di Parlemen Eropa pada Kamis.

Von der Leyen menegaskan proposal Kanada "bukan kemitraan melawan pihak lain". Namun gestur itu datang saat hubungan Kanada dan Eropa dengan Amerika Serikat sama-sama berada di titik terendah dalam beberapa dekade.

Bagi Uni Eropa, membuka pintu keanggotaan asosiasi bagi Kanada berpotensi menjadi preseden bagi negara non-Eropa lain. Sebaliknya, kegagalan mewujudkannya bisa memperkuat keraguan bahwa blok itu mampu mendefinisikan ulang dirinya di tengah pergeseran tatanan global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index