Ganesha Operation dan Pemkot Bandung Gelar TCR Karakter, Fokus Penguatan Karakter Siswa

Ganesha Operation dan Pemkot Bandung Gelar TCR Karakter, Fokus Penguatan Karakter Siswa

BULETINENERGI.COM — Ganesha Operation bersama Pemerintah Kota Bandung menggelar grand final TCR Karakter di Cornerstone Auditorium, Selasa (15/9), dengan mempertemukan 16 murid terbaik SD dan SMP se-Kota Bandung. Kompetisi yang selama tiga tahun dikenal sebagai ajang e-sport pendidikan akademik ini kini mengukur aspek karakter siswa, memperebutkan Piala Wali Kota Bandung.

Grand final TCR Karakter menjadi penutup rangkaian kompetisi yang dimulai dari babak penyisihan pada 27 Agustus lalu. Semifinal berlangsung di GOR Doea SMPN 2 Bandung pada 5 September, sebelum akhirnya menyisakan 16 finalis yang bertanding di Cornerstone Auditorium.

Setiap sekolah mengirimkan empat murid SD dan enam murid SMP untuk mengikuti kompetisi ini. Para finalis bersaing menjawab soal terbanyak dengan waktu tercepat, sesuai mekanisme yang menjadi ciri khas The Champion Race.

Dari Kompetisi Akademik ke Pendidikan Karakter

The Champion Race pertama kali digelar GO tiga tahun lalu sebagai ajang e-sport pendidikan berskala nasional melalui aplikasi GO Expert. Kompetisi ini tercatat meraih rekor MURI sebagai penyelenggara pertama e-sport pendidikan di Indonesia.

Format TCR Karakter berbeda dari edisi sebelumnya yang mengukur kemampuan akademik secara objektif dan cepat. Kompetisi kali ini dirancang untuk mengukur sekaligus memperkuat aspek karakter siswa.

Gagasan tersebut bermula dari perhatian Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terhadap pendidikan karakter di tengah tuntutan pencapaian akademik. Farhan kemudian meminta GO mengembangkan varian TCR yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik.

Format soal dan sistem penilaian dirancang GO dengan mengintegrasikan Enam Kebajikan Universal dalam psikologi positif, Panca Waluya yang mencakup Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer, serta empat pilar Bandung Masagi: Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh, dan Silih Wawangi.

Farhan: Anak-Anak Bersaing dengan Dunia

Farhan membuka langsung babak grand final TCR Karakter. Dalam sambutannya, ia menekankan penguatan karakter semakin penting karena anak-anak saat ini menghadapi persaingan yang tidak lagi terbatas pada lingkungan sekitar.

"Skor Matematika anak-anak sekolah kita memang terus kita kejar supaya makin tinggi. Tapi jangan sampai kita kehilangan kesempatan memberikan dasar-dasar pendidikan karakter pada anak-anak kita karena tantangannya sekarang jauh lebih besar," tutur Farhan.

"Sekarang, anak-anak kita bersaing bukan hanya dengan anak-anak Indonesia, tapi dengan anak-anak dari seluruh dunia," ujar Farhan.

GO Expert Jadi Media Penguatan Karakter

TCR Karakter tetap menggunakan GO Expert, aplikasi yang selama ini menjadi media belajar siswa GO. Materi yang diberikan telah disesuaikan untuk mengukur aspek karakter, bukan kemampuan akademik.

Direktur Utama GO, Bob Foster, mengatakan penggunaan aplikasi tersebut berkaitan dengan kebiasaan anak-anak dalam menggunakan gadget sehari-hari. Ia menyebut penelitian yang menyatakan anak-anak sekarang menghabiskan sekitar empat jam sehari dengan gadget, kebanyakan untuk bermain dan bersosial media.

"Daripada melarang, kami desain konsep belajar, berlatih, bertanding lewat GO Expert supaya gadget yang biasanya mereka pakai untuk main, kini dipakai untuk membangun karakter," kata Prof. Bob.

Apresiasi dan Dewan Juri

Ketua Umum DPP Forum PLKP Indonesia, Zoelkifli M. Adam, yang hadir dalam grand final, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurut dia, TCR Karakter menunjukkan perluasan gagasan The Champion Race dari kompetisi akademik menjadi wadah pendidikan karakter.

"Kami mengucapkan apresiasi yang luar biasa atas The Champion Race ini. Kegiatan yang digagas Ganesha Operation ini sudah terwujud bukan hanya di tingkat kota, tapi juga pernah dilakukan di tingkat nasional," ucapnya.

"Hari ini, gagasan yang dirancang bukan lagi soal Matematika, Fisika, atau Kimia, tapi pendidikan karakter. Ini luar biasa," kata Zoelkifli.

Penilaian grand final melibatkan dewan juri dari kalangan akademisi. Dewan juri diketuai Dr. Ade Mulyanah dari BRIN, bersama Prof. apt. Nasrul Wathoni dari Universitas Padjadjaran dan Dr. Mochamad Whilky Rizkyanfi dari Universitas Pendidikan Indonesia.

Pada babak grand final, persaingan peserta dapat dipantau langsung melalui leaderboard yang ditampilkan di layar besar secara real-time. Sistem tersebut memungkinkan peserta maupun penonton melihat perubahan peringkat sepanjang kompetisi berlangsung.

Pada edisi perdana ini, Azkia Narashya Shanum dari SDN 201 Sukaluyu keluar sebagai salah satu pemenang yang memperebutkan Piala Wali Kota Bandung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index