BULETINENERGI.COM — Sebuah iPhone 15 milik penumpang KRL yang hilang selama tiga hari akhirnya ditemukan kembali di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ponsel itu terjatuh saat pemiliknya transit di peron 5/6, dan baru ketahuan hilang setelah ia turun dari kereta.
Public Relations KAI Commuter Indonesia (KCI), Leza Arlan, membenarkan bahwa ponsel yang sempat dinyatakan hilang itu sudah ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya. Kejadian bermula saat seorang penumpang pria naik dari Stasiun Jatake pada Jumat (11/9) pukul 10.00 WIB.
Setibanya di Stasiun Tanah Abang, penumpang tersebut turun untuk transit di peron 5/6. Di situlah ia menyadari iPhone 15 miliknya sudah tidak ada di tangan.
Penelusuran Lewat Aplikasi Pelacak
Pencarian ponsel tidak langsung membuahkan hasil. Leza menjelaskan bahwa penemuan barang baru terjadi berselang tiga hari sejak laporan kehilangan diterima.
"Petugas terkait melakukan penelusuran kembali setelah dilakukan pencarian dengan aplikasi pelacakan oleh teman pengguna. Pencarian difokuskan pada titik koordinat dari hasil pelacakan dari device lain," jelas Leza dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9/2026).
Dari pelacakan itu, petugas mempersempit area pencarian di sekitar Stasiun Tanah Abang. Sejumlah petugas keamanan dan petugas stasiun lainnya ikut turun tangan menyisir lokasi.
Ditemukan di Peron 1
Upaya tersebut membuahkan hasil. Ponsel ditemukan di peron 1 Stasiun Tanah Abang, tidak jauh dari titik awal penumpang transit.
"Beberapa orang petugas kami berupaya mencari ponsel tersebut dan berhasil menemukannya di peron 1 Stasiun Tanah Abang," tutur Leza dalam keterangan persnya.
Momen pencarian yang melibatkan sejumlah petugas ini sempat terekam dalam video yang beredar. Pengguna KRL di media sosial mengapresiasi kesigapan petugas yang membantu pencarian barang penumpang.
Imbauan KAI Commuter
KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk tetap memperhatikan barang bawaan selama berada di area stasiun maupun di dalam Commuter Line. Penumpang diminta waspada dan berhati-hati, terutama saat transit di peron yang ramai.
"Demi keamanan, jangan ragu untuk melaporkan kepada petugas," tutup Leza.