Pertamina Naikkan Harga Pertamax Green Jadi Rp19.150 per Liter

Pertamina Naikkan Harga Pertamax Green Jadi Rp19.150 per Liter

BULETINENERGI.COM — Kebijakan penyesuaian tarif ini diumumkan langsung oleh manajemen melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa. Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi harga berkala yang dilakukan perusahaan terhadap lini produk bahan bakarnya.

Kandungan Bioetanol dan Posisi Produk

Berbeda dari Pertamax reguler, Pertamax Green 95 mengusung nilai tambah berupa campuran bioetanol dalam komposisinya. Kandungan nabati ini menjadikan produk tersebut salah satu andalan Pertamina dalam mendukung transisi energi dan pengembangan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan di dalam negeri.

Dengan RON 95, produk ini diposisikan sebagai opsi di atas BBM standar namun masih di bawah varian performa tinggi. Konsumen yang selama ini mengandalkan jenis bahan bakar tersebut otomatis akan merasakan perubahan biaya operasional kendaraan menyusul penyesuaian harga ini.

Rangkaian Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi

Kenaikan Pertamax Green bukan kebijakan yang berdiri sendiri. Sehari sebelumnya, tepatnya mulai 1 September 2026, korporasi pelat merah itu juga telah menyesuaikan harga untuk tiga produk nonsubsidi lainnya: Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo.

Kebijakan bertahap ini menunjukkan pola pembaruan tarif yang dilakukan secara berurutan. Adapun penyesuaian harga kali ini merupakan respons terhadap dinamika harga minyak dunia dan kebutuhan menjaga keberlanjutan pasokan di tengah fluktuasi pasar internasional.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa penyesuaian ini mengikuti arah kebijakan harga yang telah diterapkan pada sejumlah produk nonsubsidi sebelumnya.

Apa yang Perlu Diketahui Konsumen?

Bagi pemilik kendaraan yang rutin menggunakan Pertamax Green, perubahan harga ini berarti alokasi anggaran bahan bakar harian perlu dihitung ulang. Selisih Rp2.550 per liter cukup signifikan jika dikalkulasikan untuk konsumsi bulanan.

Konsumen yang ingin menekan pengeluaran masih memiliki opsi bahan bakar nonsubsidi lain dengan harga lebih rendah, atau beralih ke produk subsidi bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku dan ketentuan pemerintah. Keputusan tetap berada di tangan pengguna berdasarkan kebutuhan dan jenis kendaraan yang dimiliki.

Dengan pemberlakuan mulai awal bulan depan, Pertamina memberi rentang waktu bagi konsumen untuk beradaptasi sebelum tarif baru resmi diterapkan di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index