Dokter Ungkap 6 Tanda Stroke Gejala Wajah Mencong hingga Bicara Pelo

Dokter Ungkap 6 Tanda Stroke Gejala Wajah Mencong hingga Bicara Pelo
Ilustrasi Tanda Stroke Mendadak.

JAKARTA - Serangan stroke dapat terjadi secara mendadak tanpa menunjukkan gejala awal yang berlarut-larut. Seseorang yang sebelumnya terlihat prima bisa saja mengalami kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kesulitan mengolah kata, hingga terjatuh saat beraktivitas.

Kondisi ini dipicu terganggunya aliran darah menuju otak, baik akibat adanya sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Karena sifatnya yang berkembang dalam waktu amat singkat, mengenali gejala awal stroke menjadi hal yang sangat penting.

Dokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Fatmawati, dr. Mohamad Tiya Romli, Sp.B.S, menerangkan bahwa stroke berkaitan erat dengan kerusakan fungsi otak akibat masalah pembuluh darah.

"Gejalanya berlangsung secara cepat, mendadak, tiba-tiba," ujar dr. Tiya dikutip dari Radio Kesehatan Kemenkes, Selasa (1/9/2026).

dr. Tiya menambahkan bahwa stroke dapat terjadi dalam hitungan detik atau menit. Keadaan ini menuntut pihak keluarga untuk memahami tanda-tandanya agar pasien bisa segera memperoleh penanganan medis darurat.

Tanda pertama yang patut dicermati adalah perubahan bentuk wajah. Mintalah orang yang dicurigai terkena stroke untuk tersenyum, lalu perhatikan apakah senyumnya masih simetris atau justru salah satu sisi bibir terlihat tertarik mencong.

"Kalau senyumnya tidak simetris atau mencong sebelah," kata dr. Tiya, kondisi tersebut wajib diwaspadai sebagai salah satu sinyal serangan stroke.

Tanda kedua berkenaan dengan menurunnya kekuatan anggota gerak. Saat diminta mengangkat kedua tangan, salah satu sisi lengan mungkin tampak sulit diangkat atau terasa jauh lebih lemas karena bagian otak pengatur gerak terganggu.

Gejala ketiga yakni perubahan pada kemampuan berbicara. Seseorang yang mulanya dapat berkomunikasi secara lancar bisa mendadak menjadi pelo, kesulitan merangkai kata, atau pembicaraannya terdengar tidak jelas.

Tanda keempat berupa munculnya gangguan sensasi rasa pada tubuh. Munculnya rasa kebas atau kesemutan yang menyerang separuh badan secara mendadak tidak boleh diabaikan begitu saja.

Tanda kelima yang patut diwaspadai adalah gangguan penglihatan. Pandangan mata dapat berubah menjadi kabur secara tiba-tiba, terutama jika kondisi ini muncul bersamaan dengan gejala kelemahan fisik lainnya.

Tanda keenam mencakup rasa nyeri atau sakit kepala hebat yang tidak biasa. Rasa sakit ini umumnya terasa amat parah dan belum pernah dialami pasien sebelumnya.

dr. Tiya mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala yang muncul meski hanya bertahap singkat, seperti pada kasus transient ischemic attack (TIA) saat gejala sempat muncul lalu menghilang.

"Untuk amannya, meskipun strokenya ringan, atau timbul gejala kemudian menghilang, tetap harus diperiksa," ujar dr. Tiya.

Pemeriksaan medis tetap wajib dilakukan karena munculnya gejala sementara menjadi sinyal awal adanya gangguan pada pembuluh darah otak serta potensi ancaman serangan stroke berikutnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index