BMW iX3 Listrik Terbaru Banjir Pesanan di China, 80 Unit per Dealer dalam Seminggu

BMW iX3 Listrik Terbaru Banjir Pesanan di China, 80 Unit per Dealer dalam Seminggu

BULETINENERGI.COM — Pencapaian ini terbilang mengejutkan mengingat posisi BMW di China sedang tertekan. Penjualan BMW Group di pasar mobil listrik terbesar dunia itu merosot 20 persen pada paruh pertama 2026 dibanding periode sama tahun lalu, tergerus agresivitas BYD dan Xiaomi. Namun, respons pasar terhadap iX3 baru menunjukkan minat terhadap brand Jerman tersebut belum padam.

Fenomena "Jualan Gambar" di Dealer China

BMW membuka pemesanan iX3 di China pada 21 Agustus lewat Chengdu Auto Show, dengan tiga varian mulai 269.900 yuan hingga 339.900 yuan (sekitar Rp 600 juta hingga Rp 755 juta dengan kurs Rp 16.000). Yang menarik, antusiasme ini datang tanpa satu pun unit fisik tersedia untuk dilihat pelanggan.

“Kami tidak menjual mobil, kami hanya menjual gambar,” ujar Xiao Zhou, tenaga penjual BMW yang sudah 10 tahun bekerja di brand tersebut, kepada 36Kr. Ia mengaku baru pertama kali mengalami masa pre-order tanpa model pajangan selama kariernya.

Setiap dealer BMW di area pusat China dilaporkan menerima hampir 80 pesanan kecil dalam kurang dari seminggu. Total pre-order buta yang masuk mencapai puluhan ribu unit, memaksa tim penjualan bekerja hingga pukul 22.00 setiap hari.

Mobil Pajangan Baru Tiba Akhir Oktober

BMW menjadwalkan mobil pajangan tiba di dealer pada akhir Oktober, dengan pengiriman pertama ke konsumen menyusul November. Namun, pengiriman skala penuh baru dimulai 2027. Menurut aplikasi BMW, pesanan yang masuk sekarang baru bisa dikonfirmasi pada 31 Januari 2027.

Untuk menjaga minat pembeli selama masa tunggu panjang, BMW menerapkan sistem poin ala pabrikan China. Setiap hari sejak pemesanan hingga mobil dikirim, pembeli mendapat 100 poin keanggotaan BMW. Total poin maksimal sekitar 16.000—bernilai kurang lebih 4.000 yuan (Rp 9,4 juta)—jika menunggu hingga Januari 2027.

Teknologi Gen6 Jadi Daya Tarik Utama

iX3 adalah EV pertama berbasis platform Neue Klasse dengan arsitektur eDrive generasi keenam (Gen6). Klaim jarak tempuh CLTC mencapai 919 km. Pada pengujian Juni lalu, prototipe iX3 50L xDrive Long Wheelbase menempuh 800 km mengelilingi Danau Qinghai dengan konsumsi energi 12,6 kWh/100 km dan sisa baterai 2 persen di akhir perjalanan.

Rute pengujian mencakup tanjakan berulang dengan elevasi hampir 2.000 meter, plus kondisi salju tebal, hujan deras, dan paparan sinar matahari kuat di dataran tinggi. BMW menyebut jarak tempuh riil iX3 LWB di kondisi tersebut berkisar 835–840 km.

Untuk pasar China, iX3 menyematkan hampir 40 fitur bernilai tinggi sebagai standar di semua varian. Termasuk Panoramic iDrive, sistem mengemudi otonom?-to-end hasil kerja sama dengan Momenta, serta asisten cerdas bertenaga AI dengan Large Language Models dari Alibaba.

Kesiapan Teknologi vs Tekanan Pasar

Sumber internal tim R&D BMW mengungkapkan sebagian teknologi anyar iX3 masih dalam tahap akhir pengujian. BMW memilih menunda pengiriman daripada menyerahkan produk setengah jadi kepada konsumen.

Di Amerika Serikat, iX3 50 xDrive 2027 mulai bisa dipesan dengan harga 61.500 dolar AS (sekitar Rp 984 juta), menawarkan jarak tempuh EPA hingga 434 mil. Sementara di Jerman, iX3 40 dibanderol mulai 63.400 euro (Rp 1,01 miliar) dengan jarak tempuh WLTP 628 km.

Minat yang tinggi memang menggembirakan, tapi BMW masih menghadapi pekerjaan rumah besar. Siklus pengembangan yang jauh lebih lambat dibanding BYD atau Xiaomi menjadi kelemahan struktural yang harus dipangkas drastis. Membangkitkan hype hanyalah langkah awal—tantangan sesungguhnya adalah mengubahnya menjadi penjualan berkelanjutan di pasar yang berubah sangat cepat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index