DPR Desak Program MBG Dihentikan Usai Kasus Keracunan Marak

Sabtu, 19 September 2026 | 14:46:00 WIB
DPR Desak Program MBG Dihentikan Usai Kasus Keracunan Marak

BULETINENERGI.COM — Sejumlah kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat dan memicu desakan penghentian dari DPR. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengakui adanya persoalan gangguan kesehatan dalam pelaksanaan program tersebut.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah kasus gangguan kesehatan dilaporkan terjadi pada penerima manfaat. DPR pun mendesak agar program yang menyasar pelajar dan ibu hamil ini dievaluasi menyeluruh, bahkan meminta penghentian sementara sampai standar keamanan pangan dipastikan terpenuhi.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengakui adanya persoalan gangguan kesehatan dalam pelaksanaan MBG. Pengakuan itu muncul di tengah meningkatnya laporan keracunan yang dialami sejumlah penerima program.

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis

Sejumlah kasus keracunan dilaporkan terjadi di berbagai daerah pada penerima MBG. Kejadian ini memicu kekhawatiran orang tua terhadap keamanan makanan yang disalurkan ke sekolah.

DPR menilai persoalan ini bukan insiden tunggal. Desakan penghentian program disampaikan karena khawatir kasus serupa terus berulang jika tidak ada perbaikan tata kelola.

Pengakuan Pemerintah

Sudaryono mengakui bahwa gangguan kesehatan memang menjadi persoalan dalam pelaksanaan MBG. Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa pemerintah menyadari adanya celah dalam pengawasan mutu pangan program.

Meski begitu, belum ada keterangan resmi soal langkah konkret yang akan diambil pemerintah menanggapi desakan DPR. Publik menunggu kejelasan apakah program akan dihentikan sementara atau tetap berjalan dengan perbaikan.

Kekhawatiran Orang Tua dan Penerima Manfaat

Orang tua murid menyoroti keamanan makanan yang dikonsumsi anak setiap hari. Sebab, MBG menyasar kelompok rentan seperti pelajar dan ibu hamil yang lebih mudah terdampak jika makanan tidak higienis.

Kasus keracunan ini menambah daftar persoalan pelaksanaan MBG di lapangan. Selain mutu pangan, distribusi dan pengawasan menjadi titik yang perlu dibenahi.

Kapan Perlu Waspada dan ke Dokter

Keracunan makanan umumnya ditandai mual, muntah, diare, dan nyeri perut setelah mengonsumsi makanan tertentu. Gejala biasanya muncul dalam beberapa jam setelah makan.

Segera cari bantuan medis jika gejala berlangsung lebih dari dua hari, disertai demam tinggi, dehidrasi, atau darah pada tinja. Kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil perlu penanganan lebih cepat.

Langkah yang Dituntut DPR

DPR meminta program dihentikan sementara sampai evaluasi keamanan pangan tuntas. Tuntutan itu mencakup audit dapur penyedia, pengawasan mutu bahan, dan standar higienitas yang ketat.

Pemerintah belum memutuskan apakah desakan tersebut dipenuhi. Yang jelas, kasus keracunan MBG menuntut transparansi data dan perbaikan sistem agar kejadian serupa tidak terulang.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap makanan yang dikonsumsi dan segera melapor jika muncul gejala keracunan. Konsultasi ke tenaga kesehatan tetap langkah paling aman ketika gejala memburuk.

Terkini