Konflik Yaman Meluas, Pipa Minyak Arab Saudi Terganggu dan Pasokan Global Terancam

Kamis, 17 September 2026 | 06:12:00 WIB

BULETINENERGI.COM — Serangan udara Arab Saudi ke Yaman dan balasan drone Houthi ke kota-kota Saudi memicu gangguan pada Pipa East-West, jalur utama ekspor minyak Riyadh. Harga minyak Brent bertahan di sekitar US$108 per barel, mendekati level tertinggi sejak Mei, sementara pedagang memperkirakan pasokan global bisa berkurang hingga 4%.

Arab Saudi melancarkan serangan udara ke sejumlah posisi Houthi di Yaman, sementara kelompok yang didukung Iran itu mengaku menembakkan drone dan rudal ke kota-kota Saudi pada Rabu (16/9/2026). Eskalasi ini menandai medan tempur baru di Timur Tengah yang sebelumnya terpusat pada konfrontasi Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Houthi bergerak cepat menguasai wilayah pesisir Laut Merah Yaman serta pulau-pulau di Selat Bab el-Mandeb. Perluasan kontrol itu memperbesar jangkauan pengaruh Iran di kawasan dan langsung berdampak pada jalur pelayaran serta infrastruktur energi Saudi.

Pipa East-West Terganggu, Ekspor Minyak Teralih dari Hormuz

Jaringan Pipa East-West Saudi mengalami gangguan setelah serangan yang pekan lalu dituduhkan kepada kelompok sejalan Iran di Irak. Jalur itu merupakan rute utama untuk mengalihkan ekspor minyak dari Selat Hormuz yang kini diblokade.

Para pedagang memperkirakan penutupan berkepanjangan pipa tersebut dapat memangkas pasokan minyak global hingga 4%. Arab Saudi belum memberi penjelasan kapan operasi pipa kembali normal.

Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan kepada CNBC bahwa aliran minyak mentah melalui jaringan pipa itu diperkirakan kembali berjalan dalam beberapa hari.

Harga Minyak dan Diesel Cetak Rekor

Harga minyak mentah Brent berada di sekitar US$108 per barel pada Rabu, mendekati level tertinggi sejak Mei. Harga rata-rata ritel bahan bakar diesel di Amerika Serikat, yang sensitif secara politik, menembus US$6,30 per galon untuk pertama kalinya.

Kenaikan itu memperburuk kekurangan pasokan energi global yang telah dipicu perang AS dan Israel melawan Iran selama enam bulan terakhir. Konflik tersebut mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak dunia.

Serangan ke Yanbu dan Khamis Mushait

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompoknya kembali melancarkan serangan drone dan rudal ke pelabuhan minyak utama Saudi di Laut Merah, Yanbu, serta pangkalan udara Saudi di Khamis Mushait. Ia tidak menjelaskan kapan serangan itu dilakukan.

Yanbu dan Khamis Mushait termasuk lokasi yang mendapat peringatan keamanan dari pemerintah Saudi pada Selasa. Saree juga mengklaim Houthi menembak jatuh jet tempur Saudi F-15, namun belum ada bukti langsung yang ditampilkan.

Saree menyebut Arab Saudi telah melakukan hingga 450 serangan udara ke Yaman sepanjang pekan ini. Pejabat pemerintahan Yaman yang didukung Saudi mengakui pasukan mereka bersama militer Saudi menyerang posisi Houthi, tetapi Riyadh belum mengonfirmasi serangan tersebut.

Peringatan AS dan Diplomasi di Oman

Amerika Serikat memperketat peringatan perjalanan untuk Arab Saudi. Pemerintah AS melarang pegawainya bepergian ke wilayah dalam radius 20 mil atau sekitar 32 kilometer dari perbatasan Saudi-Yaman.

Sumber Reuters menyebut pejabat AS telah bertemu perwakilan Houthi di Oman pada akhir pekan lalu. Dalam pertemuan itu, Houthi menyampaikan tidak berniat menyerang kapal-kapal Amerika dan tetap berkomitmen pada gencatan senjata dengan AS tahun lalu.

Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan udaranya menembak jatuh drone Houthi di selatan Makkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas kota suci itu. Riyadh menyebut serangan tersebut melewati "garis merah" karena dianggap mengancam tempat suci umat Islam. Saree membantah Houthi menargetkan Makkah dan menyebut laporan Saudi sebagai propaganda.

Arab Saudi memimpin koalisi yang memerangi Houthi sejak 2015. Situasi kembali memanas setelah Houthi pada Juli menyatakan blokade laut terhadap Arab Saudi dan mulai menyerang wilayah selatan kerajaan. Putra Mahkota Mohammed bin Salman pekan lalu menelepon Presiden AS Donald Trump untuk meminta dukungan militer.

Bagi pasar energi, gangguan pada Pipa East-West dan blokade Selat Hormuz membuat pasokan minyak dunia menghadapi tekanan ganda. Selama kedua jalur itu belum pulih, harga minyak berpotensi bertahan di level tinggi dan biaya energi global ikut terdorong naik.

Terkini