ESDM Sebut Tak Ada Investasi PLTB Masuk RI 4 Tahun, Ini Rinciannya

ESDM Sebut Tak Ada Investasi PLTB Masuk RI 4 Tahun, Ini Rinciannya

BULETINENERGI.COMKementerian ESDM menyatakan tidak ada satu pun investasi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) yang masuk ke Indonesia selama empat tahun terakhir. Padahal pemerintah sudah merencanakan pembangunan PLTB sebesar 11 gigawatt (GW) dalam RUPTL 2025-2034. Kondisi ini memicu pertanyaan mengapa sektor angin justru sepi peminat.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan fakta itu saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/9). Ia mengaku sempat mengecek langsung dua lokasi PLTB yang sudah beroperasi untuk mencari tahu penyebabnya.

Dua PLTB yang Sudah Beroperasi

Hingga kini Indonesia baru memiliki dua pembangkit angin komersial, keduanya di Sulawesi Selatan. PLTB Sidrap berkapasitas 75 megawatt (MW) dengan 30 turbin kincir raksasa, dan PLTB Tolo Jeneponto berkapasitas 72 MW dengan 20 turbin angin besar.

Kedua proyek itu digarap perusahaan asal China, Envision Group, dan menjadi satu-satunya pembangkit bayu yang beroperasi di Tanah Air sampai sekarang.

Karakter Angin Indonesia Jadi Kunci

Menurut Eniya, potensi angin di Indonesia justru menarik karena sifatnya yang berlawanan dengan musim air. Pada periode Juni hingga pertengahan Oktober, PLTB bisa beroperasi 24 jam penuh karena intensitas angin sedang tinggi.

Karakter itu membuat PLTB cocok dikombinasikan dengan PLTA yang debit airnya menyusut di musim kemarau. "Apalagi dipicu kondisi panas yang berkepanjangan, justru membuat angin semakin tinggi," ujar Eniya.

Ia menyebut sudah memeriksa dua lokasi PLTB untuk mengetahui penyebab minimnya investasi. "Kemarin saya cek ke dua lokasi PLTB ingin tahu sebetulnya kenapa (tidak ada investasi masuk). Padahal sangat bagus sekali (PLTB) karena kita bisa panen angin saat kemarau dan kondisi air surut," kata Eniya.

Wilayah yang Dibidor Pemerintah

Pemerintah telah memetakan sejumlah daerah yang dinilai layak dibangun PLTB. Selain Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, Kalimantan Selatan masuk daftar, begitu pula sebagian besar wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

Pada 2024, Kementerian ESDM bahkan menemukan potensi angin di wilayah utara Pulau Jawa. Plt Dirjen EBTKE saat itu, Jisman P Hutajulu, menyebut potensi listrik dari PLTB di kawasan tersebut mencapai sekitar 2 GW.

"Ada penemuan di sebelah utara (Pulau Jawa) dengan ketinggian 140 meter, bahwa potensi angin di Pulau Jawa itu sangat besar," kata Jisman di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (5/3/24). Potensi serupa juga ditemukan di wilayah selatan Pulau Sulawesi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index