Kemenpar: Persepsi Keamanan Pengaruhi Minat Wisatawan Kembali ke Destinasi

Rabu, 16 September 2026 | 23:36:00 WIB

BULETINENERGI.COM — Persepsi wisatawan terhadap keamanan sebuah destinasi menentukan apakah mereka akan berkunjung kembali. Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kepariwisataan Kementerian Pariwisata, Fadjar Hutomo, menyatakan destinasi yang dipersepsikan aman memiliki tingkat kunjungan ulang lebih tinggi. Sebaliknya, bencana yang tak tertangani, kecelakaan, dan kriminalitas menjadi penghambat pariwisata berkelanjutan.

Kementerian Pariwisata menempatkan aspek keselamatan sebagai salah satu program prioritas. Fadjar Hutomo menyampaikan hal itu dalam keterangan resminya, Selasa (15/9/2026), dengan menekankan bahwa keamanan, kenyamanan, dan pelestarian alam menjadi perhatian utama pengembangan wisata alam.

"Pariwisata itu adalah tentang persepsi. Ketika sebuah destinasi wisata alam dipersepsikan aman untuk dikunjungi, minat wisatawan untuk datang kembali akan tinggi," ujar Fadjar.

Bromo Jadi Contoh Destinasi dengan Persepsi Aman

Taman Nasional Gunung Bromo di Jawa Timur sempat ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan. Meski begitu, Fadjar menilai insiden tersebut tidak menurunkan minat kunjungan.

"Awareness wisatawan terhadap kelestarian Bromo tinggi. Meski mengalami kebakaran hutan dan lahan, wisatawan mempersepsikan Bromo aman untuk dikunjungi," tambahnya.

Fadjar menjelaskan, kesadaran wisatawan terhadap kondisi Bromo membuat mereka memahami bahwa kebakaran bukan alasan untuk menghindari destinasi tersebut. Persepsi positif itu, menurut dia, terbentuk dari penanganan yang dinilai memadai.

Kelalaian Manusia dan Cuaca Ekstrem Picu Karhutla

Kemenpar mengidentifikasi sejumlah penyebab kebakaran di kawasan wisata alam. Faktor kelalaian manusia disebut paling dominan, mulai dari penggunaan flare untuk foto prewedding, membuang puntung rokok sembarangan di area savana, hingga lupa mematikan sisa api unggun.

Faktor alam turut memperparah kondisi. Pada musim kemarau dengan suhu panas ekstrem disertai angin kencang, percikan api kecil cepat merambat dan membesar membakar padang savana kering sehingga sulit dikendalikan.

Keamanan sebagai Fondasi Pariwisata Berkelanjutan

Fadjar menegaskan, aspek safety tidak bisa dipisahkan dari daya tarik sebuah destinasi. Menteri Pariwisata pun telah menetapkan keselamatan pariwisata sebagai program prioritas kementerian.

"Intinya, tourism is not only about beauty, but also safety," kata Fadjar.

Pernyataan itu menegaskan bahwa keindahan alam saja tidak cukup menjaga keberlanjutan destinasi. Penanganan bencana yang baik, penegakan aturan keselamatan, dan pengelolaan lingkungan menjadi kunci agar wisatawan tetap datang.

Bagi daerah yang gagal menjaga persepsi aman, dampaknya berantai. Kunjungan menurun, pendapatan pelaku usaha wisata tergerus, dan citra destinasi sulit dipulihkan dalam waktu singkat.

Kemenpar menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat dan wisatawan untuk mencegah kebakaran di kawasan konservasi. Pengelola destinasi juga diminta memperkuat protokol keselamatan, terutama pada musim kemarau.

Terkini