Proyek Gasifikasi Batu Bara BUMI Rp 7,1 Triliun Dimulai, Target Produksi 2 Juta Ton Metanol

Rabu, 02 September 2026 | 09:00:00 WIB

BULETINENERGI.COM — Proyek ini dihelat PT Bumi Etam Chemical (BEC), perusahaan patungan antara PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC), dua anak usaha BUMI yang bergerak di sektor tambang batu bara. Lokasi pembangunannya berada di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, dengan lahan seluas 93 hektare.

Groundbreaking ini menjadi penanda dimulainya konstruksi pabrik metanol berbasis batu bara yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Ketergantungan Indonesia pada metanol impor memang masih tinggi, dan proyek ini dirancang untuk mengubah posisi itu.

Dari Batu Bara Kalori Rendah Jadi Metanol Standar Internasional

Pabrik ini akan mengolah batu bara berkalori rendah sekitar 3.400 kcal/kg dengan kebutuhan bahan baku 7,70-7,78 juta ton per tahun. Hasilnya berupa metanol berstandar International Methanol Producers and Consumers Association (IMPCA) Grade, standar yang diakui pasar global.

Teknologi yang dipasang mencakup fasilitas gasifikasi, reaktor sintesis, pembangkit listrik, pengolahan air, hingga terminal pelabuhan. Khusus untuk emisi, pabrik ini disiapkan terintegrasi dengan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).

Produksi metanol akan dipasok untuk industri petrokimia dan formaldehida, sekaligus mendukung pengembangan FAME dan program B50 pemerintah.

Efek Berganda: Lapangan Kerja dan Kemandirian Energi

Yuliot menegaskan proyek ini bagian dari upaya pemerintah memperkuat industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor. Ia juga berharap proyek BEC menjadi model bagi perusahaan batu bara lain, mengingat potensi batu bara kalori rendah di Kalimantan dan Sumatra masih besar.

"Kami akan terus mendorong hilirisasi yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai prioritas pembangunan semasa kepemimpinan Beliau dalam (program) Asta Cita," kata Yuliot dalam siaran pers, Rabu (2/9).

Dampak ekonominya tidak hanya soal devisa. "Kami berharap dengan proyek yang memberikan efek berganda yang nyata bagi seluruh stakeholder, baik penciptaan lapangan kerja tumbuhnya industri pendukung serta peningkatan aktivitas ekonomi," ucap Yuliot.

Presiden Direktur BEC Rio Supin menambahkan, perusahaan telah menyusun Front-End Engineering Design (FEED) dan kerangka perjanjian Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) bersama PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC) sejak 29 Juli 2026. Target commissioning pabrik dijadwalkan rampung 2029.

"Proyek Gasifikasi Batubara Pertama di Indonesia siap memasuki implementasi target commissioning 2029 sesuai arahan Pak Menteri. BEC siap mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional," kata Rio.

Dengan kapasitas produksi yang setara total impor tahunan Indonesia, proyek ini menjadi ujian apakah hilirisasi batu bara bisa berjalan sesuai jadwal dan mengubah struktur impor energi nasional secara permanen.

Terkini