BULETINENERGI.COM — Insiden yang menimpa Toyota Camry bernomor polisi B 8125 JQ itu berakhir dramatis. Mobil yang dikemudikan YS (75) tersebut sempat diperingatkan pengendara lain soal kepulan asap dari bagian bawah mobil saat melaju di lajur satu. Sang pengemudi sempat menepi untuk memeriksa kondisi, namun api dengan cepat merambat ke seluruh bagian kendaraan.
Beruntung, pengemudi dan penumpang berhasil keluar dari mobil sebelum api membesar. "Pengemudi dan penumpang keluar dengan selamat. Posisi akhir kendaraan normal di bahu jalan menghadap timur," ujar Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Cikampek Kompol Sandy Titah Nugraha. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting arus pendek pada sistem kelistrikan mobil.
Bukan Cuma Masalah Kabel Tua, Aksesori dan Tikus Juga Biang Keroknya
Korsleting pada mobil tidak selalu datang dari komponen yang sudah usang. Berdasarkan informasi dari laman resmi Toyota Astra Motor, beberapa faktor berikut ini kerap menjadi pemicu yang luput dari perhatian pemilik kendaraan.
1. Pemasangan Aksesori yang Tidak Sesuai Standar
Memasang aksesori tambahan seperti lampu LED strip, audio, atau alarm dengan penyambungan kabel asal-asalan adalah penyebab korsleting paling umum. Ketika sambungan tidak mengikuti standar manufaktur, arus listrik bisa bertemu langsung dengan masa kendaraan. Akibatnya, kabel yang tidak dirancang menampung beban listrik besar akan panas dan akhirnya terbakar.
2. Gigitan Tikus pada Kabel
Masalah ini kerap terjadi pada mobil yang sering diparkir di area terbuka atau dekat saluran air. Tikus tidak hanya memutus kabel, tetapi juga mengelupas isolasinya hingga tembaga di dalamnya terbuka. Saat kabel yang terkelupas itu menyentuh bodi mobil, hubungan pendek pun terjadi dan memicu percikan api.
3. Kebocoran Bahan Bakar yang Menyentuh Sumber Panas
Bensin adalah cairan yang sangat mudah terbakar. Kebocoran kecil dari selang atau tangki yang menetes ke pipa knalpot yang panas bisa langsung memicu api. Bahkan, bensin bisa menyala dengan sendirinya saat mencapai suhu sekitar 250 derajat celsius. Periksa rutin aroma bensin di sekitar mesin atau kolong mobil, terutama setelah melewati jalan rusak.
4. Sistem Kelistrikan yang Mulai Bermasalah
Aki yang sudah soak atau soket sambungan yang kendur sering diabaikan. Padahal, sambungan yang longgar bisa menimbulkan loncatan bunga api listrik. Kabel yang ujungnya putus dan menyentuh bodi mobil juga berpotensi memicu kebakaran saat mobil sedang berjalan.
5. Mesin Overheat yang Terlambat Ditangani
Mesin yang terlalu panas bisa menjadi pemicu kebakaran, terutama jika dibiarkan terus menyala. Sistem pendingin yang rusak atau oli yang sudah tidak mampu meredam panas adalah biang keroknya. Begitu jarum suhu menunjukkan angka tinggi atau muncul asap dari kap mesin, segera menepi di tempat aman dan matikan mesin.
6. Menunda Servis Berkala
Komponen yang rusak dan dibiarkan begitu saja adalah bom waktu. Kebocoran kecil pada radiator atau selang bahan bakar yang sudah getas akan menjadi masalah besar seiring waktu. Servis berkala di bengkel resmi bukan sekadar formalitas, melainkan cara paling efektif mendeteksi potensi bahaya sebelum terjadi.
7. Modifikasi Komponen dengan Watt Berlebih
Mengganti headlamp standar dengan yang watt-nya lebih besar tanpa penyesuaian sistem kelistrikan bisa membuat aki bekerja ekstra. Panas berlebih yang dihasilkan tidak hanya menguras aki, tetapi juga berisiko melelehkan soket dan kabel di sekitarnya. Sambungan kabel yang tidak rapi pada instalasi kelistrikan tambahan juga punya potensi yang sama.
Kejadian di Tol MBZ ini menjadi pengingat bahwa inspeksi visual sederhana sebelum perjalanan jauh sangatlah penting. Pastikan tidak ada bau gosong, kabel terkelupas, atau rembesan cairan di kolong mobil. Langkah pencegahan kecil ini jauh lebih murah dibandingkan kehilangan satu unit mobil.