JAKARTA - Rompi rajut atau sweater vest kerap dihubungkan dengan penampilan preppy yang terkesan rapi serta klasik. Padahal, jenis pakaian tanpa lengan ini tergolong sangat luwes untuk dipadu padankan dengan beraneka ragam busana. Lewat penyesuaian atasan, bawahan, corak, hingga warna yang tepat, vest rajut pun sangat cocok dipakai untuk gaya santai sehari-hari.
Menurut Penata Busana Sammie Moussallam, vest rajut merupakan opsi yang pas untuk teknik pemakaian busana berlapis (layering), khususnya saat memasuki masa peralihan cuaca. Pakaian ini juga tidak selalu harus dipadankan dengan kemeja layaknya gaya konvensional yang selama ini dikenal.
"Vest rajut adalah salah satu pakaian untuk layering saat pergantian musim," tutur Moussallam, melansir dari E!.
Ada beberapa langkah yang bisa diterapkan ketika memakai vest rajut supaya gaya berpakaian tetap harmonis dan tidak terkesan berlebihan.
1. Tentukan Atasan yang Tepat
Vest rajut bisa diserasikan dengan bermacam atasan sesuai dengan kesan penampilan yang hendak ditampilkan. Kemeja berkerah menjadi opsi paling simpel apabila ingin menonjolkan kesan rapi dan formal. Perpaduan ini bakal menciptakan gaya ala preppy atau Ivy League.
Meski begitu, vest tidak melulu wajib dipadukan bersama kemeja. Apabila ingin bergaya lebih santai, kaus lengan panjang dapat dijadikan alternatif. Sementara itu, kaus oblong biasa dapat digunakan saat kondisi cuaca cenderung lebih hangat.
"Kaus adalah pilihan transisi yang paling mudah," ujar Moussallam.
Pemilihan model atasan pun dapat disesuaikan menurut potongan vest yang dipakai. Kaus berpotongan kotak di balik vest berukuran besar bakal memberikan nuansa ala tahun 1990-an. Di sisi lain, kaus yang lebih pas di badan dengan vest berpotongan pendek bisa menampilkan gaya khas Y2K.
2. Cermati Keseimbangan Proporsi Tubuh
Menerapkan gaya pakaian berlapis bukan berarti seluruh bagian busana harus serba kelonggaran. Justru, keserasian ukuran antara vest dengan pakaian pendampingnya akan membuat siluet tubuh terlihat lebih proporsional.
"Triknya adalah menciptakan kontras, bukan menambah volume di semua bagian," ungkap Moussallam.
Vest bertipe oversized, contohnya, dapat diimbangi dengan bawahan yang memiliki potongan lebih tegas atau rapi. Sebaliknya, bila vest yang dikenakan berukuran lebih pendek atau pas di badan, pilihan celana atau rok bisa dibuat lebih santai.
Hal ini juga tergolong krusial saat memilih baju atasan di balik vest. Penggunaan atasan yang terlalu tebal berpadu vest rajut besar dapat membuat area tubuh bagian atas terlihat sangat penuh. Maka dari itu, atasan berbahan lebih ringan menjadi pilihan tepat untuk menjaga bentuk tubuh tetap seimbang.
3. Eksplorasi Motif dan Kombinasi Warna
Corak pada vest bisa menjadi daya tarik utama dalam berbusana. Namun, jika vest sudah dipenuhi motif yang mencolok, pakaian dasar yang dikenakan di dalamnya sebaiknya dipilih yang polos.
Vest bermotif seperti argyle, Fair Isle, garis-garis, atau kotak-kotak sangat cocok dipadukan dengan atasan polos supaya keseluruhan pakaian tidak tampak terlalu ramai. Sebaliknya, vest polos menjadi opsi terbaik ketika Anda ingin memakai atasan yang memiliki corak.
Pemilihan warna juga memegang peranan penting agar vest rajut mudah disesuaikan ke dalam bermacam gaya. Moussallam menjelaskan bahwa warna-warna seperti cokelat, mustard, hijau, biru kobalt, serta merah tua mampu memberikan aksen warna yang segar pada penampilan.
Dengan begitu, vest rajut tidak cuma terbatas untuk tampilan preppy saja. Kemeja dapat dipakai sewaktu ingin tampil rapi, sedangkan kaus dan celana jeans dapat dipilih untuk beraktivitas sehari-hari.
Kunci utamanya terletak pada kemampuan menyelaraskan tiap lapis pakaian agar tidak saling berbenturan. Vest bermotif dapat difungsikan sebagai pusat perhatian saat disandingkan dengan pakaian sederhana, sedangkan vest polos memberikan kebebasan untuk bereksperimen dengan warna, corak, maupun aksesori tambahan.