Xavi Resmi Latih Timnas Belanda, Bertekad Hidupkan Kembali Total Voetbal

Xavi Resmi Latih Timnas Belanda, Bertekad Hidupkan Kembali Total Voetbal

BULETINENERGI.COM — Penunjukan Xavi menjadi momen bersejarah karena ia adalah pelatih asing pertama yang menukangi Belanda sejak Ernst Happel hampir setengah abad lalu. Eks kapten Barcelona itu menggantikan Ronald Koeman yang mundur setelah Timnas Belanda tersingkir di 32 besar Piala Dunia 2026.

Kepada ESPN, Xavi mengaku tak mempermasalahkan statusnya yang bukan pilihan utama KNVB. Ia justru melontarkan candaan soal posisinya di daftar kandidat.

"Yah, itu bukan posisi yang buruk setelah Guardiola dan Slot. Posisi ketiga. Setidaknya kami... naik podium. Saya tidak peduli," ujarnya.

Bukan Pilihan Pertama, tapi Penuh Ambisi

KNVB sejatinya lebih dulu mendekati sejumlah nama lokal seperti Arne Slot dan Michael Reiziger. Slot memilih bertahan di level klub, sementara kandidat asing Pep Guardiola sedang rehat dari dunia kepelatihan.

Xavi datang dengan membawa pamor besar. Ia merupakan produk didikan La Masia yang sempat dilatih Louis van Gaal dan Frank Rijkaard di Barcelona. Kedekatannya dengan filosofi Johan Cruyff membuatnya dianggap cocok memegang warisan sepak bola Belanda.

Misi Besar: Kembalikan Dominasi Oranje

Total Voetbal yang identik dengan penguasaan bola dan pressing tinggi disebut Xavi mulai kehilangan tempat di Timnas Belanda. Ia ingin mengembalikan identitas itu sejak awal kepemimpinannya.

"Kami ingin mendominasi laga, mengambil inisiatif dengan bola," tegas pelatih 46 tahun itu.

Xavi juga menekankan pentingnya kebanggaan publik Belanda terhadap tim nasionalnya. Ia berjanji membawa energi baru ke dalam skuat yang tengah dalam masa transisi.

"Kami akan mencoba mengubah beberapa hal. Kebiasaan-kebiasaan baik, energi baru. Kami akan bekerja dengan semangat, ambisi, dan hasrat agar masyarakat Belanda, 18 juta penduduknya, merasa bangga terhadap tim kami," ujarnya.

Tantangan Berat di Depan Mata

Pekerjaan rumah Xavi tidak ringan. Belanda butuh regenerasi setelah kegagalan di Piala Dunia 2026, dan publik menuntut hasil instan di kompetisi berikutnya.

Dengan kontrak hingga 2030, Xavi punya waktu membangun skuat sesuai visinya. Pertanyaannya, akankah filosofi Cruyff yang ia bawa kembali mampu mengangkat pamor Oranje di pentas Eropa dan dunia?

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index