Bahlil: Pasokan Minyak Mentah Aman, Teknis Impor Rusia Tahap II Menyusul

Jumat, 18 September 2026 | 09:00:00 WIB

BULETINENERGI.COMMenteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pasokan minyak mentah nasional dalam kondisi aman setelah Indonesia mengimpor sekitar 770.000 barel dari Rusia. Pemerintah masih menyiapkan pengumuman teknis impor tahap kedua, termasuk rencana kontrak jangka panjang dengan Moskow.

Bahlil menyampaikan jaminan itu usai menghadiri rapat di Istana Merdeka, Kamis (17/9/2026) petang. Ia menegaskan pasokan crude nasional tidak dalam posisi kritis, termasuk setelah masuknya minyak mentah asal Rusia.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan soal kelanjutan pembelian minyak mentah dari Rusia. Sebelumnya, Indonesia tercatat sudah menyerap sekitar 770.000 barel dari negara itu.

Teknis Impor Tahap II Belum Diumumkan

Bahlil belum merinci mekanisme impor minyak mentah Rusia tahap kedua. Ia hanya menyebut detail teknisnya akan dijelaskan pada waktu yang tepat.

"Saya menyampaikan bahwa ketersediaan untuk crude kita insyaallah aman, termasuk bagian daripada Rusia. Nanti yang teknis lainnya dari Rusia, saya akan menjelaskan pada waktu yang tepat," ujar Bahlil.

Pernyataan itu memberi sinyal bahwa pembelian lanjutan masih dalam proses pembahasan. Pemerintah tidak menyebut tenggat maupun volume yang dibidik pada tahap berikutnya.

Kontrak Jangka Panjang Sedang Disiapkan

Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan Indonesia tengah menyiapkan penandatanganan kontrak pembelian minyak mentah jangka panjang dari Rusia. Skema itu berbeda dari pembelian spot yang sudah berjalan.

Kontrak jangka panjang dinilai bisa memberi kepastian pasokan bagi kilang domestik. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi soal durasi kontrak maupun harga yang disepakati kedua pihak.

Arti Penting bagi Pasokan Dalam Negeri

Langkah mendatangkan minyak mentah Rusia menjadi bagian dari upaya menjaga bauran pasokan energi. Indonesia masih mengimpor crude untuk memenuhi kebutuhan kilang yang tidak sepenuhnya cocok dengan produksi dalam negeri.

Bagi konsumen, kepastian pasokan ini berperan menahan gejolak harga bahan bakar di dalam negeri. Sementara bagi industri kilang, kejelasan kontrak menentukan perencanaan produksi jangka menengah.

Pemerintah belum membeberkan berapa volume impor yang akan dituangkan dalam kontrak jangka panjang. Semua detail teknis, termasuk jadwal pengumuman, masih menunggu keputusan Bahlil dan kementeriannya.

Terkini