JAKARTA - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menargetkan sektor mebel serta kerajinan tumbuh sebagai pilar ekonomi masa depan Indonesia lewat peresmian Grand Strategy Plan (GSP) sebagai panduan penguatan daya saing industri.
Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengemukakan bahwasanya peresmian GSP merupakan salah satu capaian strategis Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 HIMKI di Bali pada 15 September 2026, yang dirancang bersama jajaran pemerintah, asosiasi, serta pemangku kepentingan.
“Target besar industri tidak mungkin dicapai oleh HIMKI sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan seluruh ekosistem industri. GSP harus menjadi dokumen hidup yang diterjemahkan ke dalam program, target, penanggung jawab, serta ukuran keberhasilan yang jelas,” kata dia dalam pernyataan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Dokumen panduan tersebut menjadi acuan bersama guna memperkokoh pasar domestik, menggenjot nilai ekspor, memacu inovasi desain, mencetak SDM berkualitas, memperluas jangkauan bahan baku ramah lingkungan, hingga memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global.
Pihak HIMKI memandang industri mebel dan kerajinan memegang fungsi strategis lantaran tak sekadar mendulang devisa serta menyerap tenaga kerja, melainkan turut membawa identitas budaya, keahlian perajin, kekayaan alam, dan kreativitas bangsa ke tingkat internasional.
Menerusi GSP, HIMKI mengusung keselarasan kebijakan antara pemerintah, pelaku usaha, desainer, perajin, lembaga keuangan, akademisi, penyelenggara pameran, hingga mitra mancanegara.
Inisiatif tersebut dirancang agar Indonesia tak cuma berperan sebagai penyuplai bahan mentah atau barang pabrikan, melainkan bertransformasi menjadi pusat desain, manufaktur, dan perdagangan mebel maupun kerajinan bernilai tambah tinggi.
Selain merilis GSP, Munas ke-4 HIMKI turut mengesahkan perubahan AD/ART serta Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), sekaligus menuntaskan agenda suksesi kepemimpinan.
Sembilan anggota formatur yang terpilih secara demokratis menyepakati secara bulat untuk kembali memandatjan kepemimpinan HIMKI kepada Abdul Sobur.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan Indonesia mampu menjadi sentra produksi manufaktur furnitur dunia menerusi penguatan hilirisasi kayu berkelanjutan serta peningkatan daya saing sektor nasional.
Sektor ini tercatat menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung ke pasar dunia yang nilainya menembus angka lebih dari 736,21 miliar dolar AS.
Kemenperin memproyeksikan dalam kurun 5 tahun mendatang, Indonesia tidak sekadar sanggup menaikkan kapasitas manufaktur, tetapi juga memimpin dari segi desain serta keberlanjutan lingkungan.