Kalbe Farma Buka Peluang Naikkan Harga Obat Demi Meredam Tekanan Margin

Jumat, 11 September 2026 | 00:51:01 WIB
Ilustrasi Salah Satu pembuatan obat kalbe.

JAKARTA - Dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, emiten sektor kesehatan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) kembali membuka opsi kenaikan harga jual produk guna meredam tekanan pada margin perusahaan.

Direktur Kalbe Farma Kartika Setiabudy menjelaskan bahwa selama semester I 2026, tekanan signifikan yang dihadapi perseroan terutama dipicu oleh penurunan gross profit margin akibat ketergantungan impor pada sebagian besar bahan baku.

Adapun portofolio produk KLBF mencakup merek obat populer seperti Komix, Promag, Entrostop, Procold, Mixagrip, hingga jajaran suplemen nutrisi.

”Ke depan memang pelemahan kurs dan kenaikan harga bahan baku masih menjadi suatu kendala untuk perusahaan. Kami akan berupaya untuk baik secara jangka pendek atau jangka menengah akan melakukan strategi kenaikan harga dan juga akan melakukan manajemen portofolio supaya bisa mengoptimalkan kontribusi produk yang memiliki margin lebih baik,” katanya dalam Public Expose Live 2026, Jumat (11/9/2026).

Kartika menuturkan bahwa langkah penyesuaian harga ke konsumen sejatinya sudah diterapkan secara selektif pada sejumlah produk konsumen sepanjang tahun ini.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa penyesuaian harga di masa mendatang akan dieksekusi secara hati-hati agar tidak memberatkan daya beli masyarakat.

”Untuk kenaikan harga itu kami lakukan dengan sangat hati-hati, dengan sangat selektif mengingat kondisi ekonomi yang saat ini juga belum kondusif, sehingga kenaikan harga tentunya kami lakukan untuk beberapa produk konsumen saja,” tambahnya.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, KLBF berhasil membukukan kenaikan penjualan sebesar 14,04 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp19,47 triliun pada semester I 2026 dari sebelumnya Rp17,07 triliun pada semester I 2025.

Namun, membengkaknya beban penjualan menjadi Rp3,85 triliun dari posisi Rp3,58 triliun pada periode yang sama tahun lalu mengakibatkan laba bersih Kalbe mengalami penyusutan.

Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk tergerus dari Rp1,97 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp1,91 triliun pada semester I 2026.

Menatap prospek kinerja 2026, Kartika memperkirakan tekanan terhadap margin masih berlanjut meskipun ada sedikit penguatan nilai tukar rupiah belakangan ini.

”Untuk tahun ini, kami melihat bahwa tekanan terhadap margin akan tetap ada karena memang secara fundamental kondisi rupiah akhir-akhir ini sudah ada penguatan, tapi karena ada dampak dari inventory juga mungkin sepanjang tahun ini, kami belum melihat adanya perbaikan margin secara signifikan,” tegasnya.

Terkini