Kemensos Tegaskan Pemeringkatan Desil Tak Kurangi Kuota Bansos

Kemensos Tegaskan Pemeringkatan Desil Tak Kurangi Kuota Bansos
Tenaga Ahli Kemensos Andy Kurniawan dalam diskusi Metodologi Desil, di Politeknik Statistika STIS, Jakarta Timur, Jumat (11/9/2026).

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) menepis kabar yang menyebutkan bahwa bantuan sosial (bansos) dipangkas lalu dialihkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring dilakukannya perangkingan desil.

"Pemerintah menerapkan desil, selama ini kan dikira pemerintah menerapkan desil dalam rangka menekan bansos agar bansosnya dikurangi. Mau dipindah ke MBG, kira-kira begitu. Apakah benar? Tidak," kata Tenaga Ahli Kemensos Andy Kurniawan dalam diskusi Metodologi Desil, di Politeknik Statistika STIS, Jakarta Timur, Jumat (11/9/2026).

Andy menegaskan bahwasanya alokasi kuota bagi penerima bansos reguler tidak mengalami perubahan, dengan rincian PKH mencapai 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), BPNT sejumlah 18 juta KPM, serta PBI sebanyak 96 juta.

"Cuma, mereka yang dulu menerima di desil 10, desil 6, desil 7, kami pindah (bansos) ke mereka yang ada di desil 1, 2, 3," katanya.

Andy menerangkan, sepanjang tahun 2026 ini fokus utama penerima bansos PKH maupun BPNT memang dialokasikan khusus bagi warga yang berada pada kelompok desil 1 sampai desil 4.

"Untuk 2026 di triwulan ketiga ini, sudah tidak ada lagi mereka yang ada di desil 5 sampai di desil 10 yang terima PKH dan juga Sembako. Semuanya mereka sudah ada di desil 1 sampai 4," ucap dia.

Menurut keterangan Andy, penyesuaian kebijakan ini dijalankan secara bertahap dan penuh kehati-hatian, khususnya pada sektor bansos, guna menghindarkan masyarakat dari guncangan kondisi ekonomi.

"Kalau langsung kami moving all, syok. Maka pemerintah bertahap, pelan-pelan. Bahkan pertama kali kami transisi dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ke DTSEN, kami ground check 12 juta KPM," kata Andy.

Melalui tahapan transisi tersebut, tercatat sekitar 4,33 juta KPM baru pada kategori desil 1 hingga 4 yang kini mulai memperoleh bantuan dari pemerintah.

"Hasilnya sekarang, ada sekitar 4,3 juta sepanjang kami pakai DTSEN, ada sekitar 4,3 juta KPM baru yang selama ini tidak pernah menerima bansos, hari ini bisa menerima bansos. Sejak DTSEN kami pakai," ujar Andy.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index