JAKARTA - Maskapai penerbangan Wings Air membatalkan operasional penerbangan menuju dua bandara yang berlokasi di dua kabupaten di wilayah Nusa Tenggara Timur akibat paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata.
Corporate Communications Strategic of Wings Air Danang Mandala Prihantoro dalam rilis resmi yang diterima ANTARA di Kupang, NTT, Selasa, menyampaikan dua lokasi bandara tersebut yakni Bandar Udara Wunopito di Lewoleba (ibu kota Kabupaten Lembata) beserta Bandar Udara Gewayantana di Larantuka (ibu kota Kabupaten Flores Timur).
"Pembatalan penerbangan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan," katanya.
Danang memaparkan langkah pembatalan tersebut diputuskan usai pihak otoritas penerbangan merilis pemberitahuan terkait penghentian sementara operasional Bandar Udara Wunopito (LWE) menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok.
Mengacu pada NOTAM C1134/26 NOTAMR C1106/26, penutupan Bandara Wunopito mulai diberlakukan sejak jam 07.01 WIB tanggal 8 September sampai estimasi pukul 06.00 WIB tanggal 9 September 2026.
"Penutupan bandara itu dilakukan hingga besok hari Rabu pukul 06.00 WIB," katanya.
Ia menguraikan daftar penerbangan yang terkena imbas pada Selasa ini mencakup rute Kupang-Lewoleba (IW1995) dengan estimasi jadwal terbang pukul 08.30 Wita serta rute Lewoleba-Kupang (IW1994) pukul 09.50 Wita.
Di samping itu, jadwal penerbangan rute Kupang-Larantuka (IW1929) dengan jadwal jam 09.30 Wita dan rute Larantuka-Kupang (IW1928) pada pukul 10.50 Wita turut dibatalkan.
Pihak Wings Air telah memberi kabar kepada para penumpang yang terdampak sekaligus memfasilitasi opsi penjadwalan ulang (reschedule) penerbangan maupun pengembalian dana tiket (refund) berdasarkan prosedur yang berlaku.
Danang menerangkan abu vulkanik mempunyai sifat yang tidak sama bila dibandingkan dengan awan biasa lantaran partikelnya teramat kecil serta mudah terbawa embusan angin hingga menembus rute penerbangan.
“Jika abu vulkanik berada di wilayah penerbangan, kondisi tersebut dapat mengurangi jarak pandang, mengganggu kinerja mesin dan sistem pesawat, serta berpotensi menyebabkan kerusakan pada komponen pesawat,” ujarnya.
Oleh sebab itu, operasional penerbangan wajib ditunda atau disesuaikan jika kondisi di area udara maupun wilayah bandar udara belum memenuhi syarat keselamatan.
Wings Air tetap mengamati secara berkala dinamika aktivitas Gunung Lewotolok dan pergerakan abu vulkanik, serta mengintensifkan koordinasi bersama AirNav Indonesia, pengelola bandara, BMKG, maupun instansi terkait lainnya.
"Penerbangan akan kembali dilayani setelah kondisi bandar udara dan ruang udara dinyatakan aman untuk operasional penerbangan," ujar dia.