60% Pelaku UMKM di Bunyu Tak Hitung HPP, Pertamina Beri Pelatihan Olahan Hidroponik

60% Pelaku UMKM di Bunyu Tak Hitung HPP, Pertamina Beri Pelatihan Olahan Hidroponik

BULETINENERGI.COM — Rumah Produksi UMKM di Jalan Dewa Ruci, Desa Bunyu Selatan, menjadi lokasi pelatihan yang digagas PEP Bunyu Field. Materi yang diberikan mencakup pencatatan keuangan, penghitungan HPP, hingga strategi pemasaran.

Sebelum pelatihan, mayoritas peserta mengaku menjual hasil panen dengan harga mengikuti pasaran tanpa mengetahui struktur biaya produksi. Padahal, perhitungan yang tepat menentukan apakah usaha mereka untung atau justru merugi.

Peserta berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanah, KWT Kebun Sayur, dan Kelompok Squadap. Mereka dibimbing langsung oleh Rismiyati, pelaku UMKM Yumna Food dari Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Dari Sayur Segar Jadi Dodol dan Mi Kering

Selain soal pembukuan, peserta mendapat praktik mengubah hasil panen menjadi produk tahan lama. Sekitar 91 persen peserta mengaku mendapatkan pengalaman baru membuat dodol melon, keripik kulit semangka, serta mi kering berbahan sawi, wortel, dan buah naga.

Keterampilan ini membuka peluang baru bagi kelompok tani. Hasil hidroponik yang selama ini dijual dalam bentuk segar dan cepat rusak, kini bisa diolah menjadi produk dengan masa simpan lebih panjang serta nilai jual lebih tinggi.

Munsi, Ketua KWT Amanah, mengatakan pengetahuan ini langsung bisa diterapkan untuk mengembangkan usaha. "Kami jadi tahu bahwa hasil hidroponik tidak hanya bisa dijual dalam bentuk sayuran atau buah segar, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk turunan. Kami juga belajar menghitung HPP, mencatat keuangan, dan memasarkan produk," ujarnya.

Harapan Keberlanjutan dari Pemerintah dan Perusahaan

Adriani, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Bunyu, mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, pengolahan hasil hidroponik menjadi produk turunan merupakan cara efektif mengoptimalkan potensi lokal Pulau Bunyu.

Ia berharap para peserta tidak berhenti pada pelatihan, tetapi mampu menerapkan ilmunya untuk menciptakan produk inovatif yang membuka peluang usaha baru bagi warga Bunyu.

Sementara itu, Head Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Ia mengatakan, pengembangan potensi lokal seperti pertanian hidroponik perlu dilakukan berkelanjutan agar masyarakat memiliki kemampuan mandiri tanpa terus bergantung pada bantuan perusahaan.

Pelatihan ini merupakan kolaborasi PEP Bunyu Field dengan tiga kelompok tani, serta didukung Pemerintah Kecamatan Bunyu, Pemerintah Desa Bunyu Barat, dan Pemerintah Desa Bunyu Selatan. Dengan penguatan keterampilan produksi dan manajemen usaha, perusahaan berharap pengembangan hidroponik mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Bunyu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index