BULETINENERGI.COM — Moms, pernah mendengar istilah threenager? Istilah ini kini populer di kalangan orang tua untuk menggambarkan perilaku anak usia 3 tahun yang mirip remaja: punya pendapat sendiri dan sangat berani menyampaikannya—meski belum tentu benar. Mengutip Psychology Today, fase ini dinilai sebagai "pra-remaja" yang sesungguhnya.
Bukan Sekadar Ngambek, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Mengapa anak seusia ini bisa begitu yakin pada dirinya sendiri? Menurut Jean Piaget, tokoh perkembangan kognitif, anak usia 3 tahun berada di tahap preoperational. Pada tahap ini, ia belum mampu membedakan sudut pandangnya sendiri dengan sudut pandang orang lain.
Anak juga belum memiliki theory of mind yang matang—kesadaran bahwa isi kepala orang lain bisa berbeda dari isi kepalanya sendiri. Kemampuan ini baru berkembang sempurna di usia 4–5 tahun.
Akibatnya, ketika si kecil merasa "tahu" sesuatu, ia akan mengira semua orang di sekitarnya memiliki pengetahuan yang sama. Dunia seolah berputar di sekelilingnya, dan ia adalah pusatnya. Ini bukan sikap egois, melainkan cara kerja otak yang sedang bertumbuh.
Jadi, Moms, ketika si kecil bersikeras bahwa sayur itu pahit sebelum dicicip, ingatlah: ia sedang belajar memahami dunia—dengan caranya sendiri yang menggemaskan.