Ini 5 Cara Menyikapi Sikap Orang Tua Pilih Kasih sebagai Anak Dewasa

Ini 5 Cara Menyikapi Sikap Orang Tua Pilih Kasih sebagai Anak Dewasa
Ilustrasi Makan Bersama Keluarga.

JAKARTA — Memiliki orang tua yang pilih kasih tentu bukan perkara menyenangkan, bahkan saat seorang anak telah menginjak usia dewasa. Mendapatkan perlakuan berbeda dibandingkan saudara kandung, seperti jarang dipuji, dibela, atau diberi perhatian, mampu memicu rasa kurang dihargai.

Sebagai anak yang merasa kurang memperoleh kasih sayang dibanding saudaranya, penting untuk memahami cara merespons sikap orang tua yang pilih kasih. Langkah ini sangat krusial demi menekan dampak negatif yang timbul akibat perlakuan tersebut.

Sikap pilih kasih dari orang tua dapat membawa pengaruh buruk bagi tumbuh kembang anak yang merasa kurang disayangi. Anak berisiko merasa rendah diri, cemas, depresi, hingga memancing konflik antaranggota keluarga.

Bagi anak yang berada dalam situasi tersebut, munculnya rasa sedih, cemburu, atau amarah merupakan hal yang lumrah. Akan tetapi, ketika sudah beranjak dewasa, merespons orang tua yang pilih kasih bukan berarti harus membalas perbuatan mereka atau bahkan memutuskan tali silaturahmi.

Cara Menyikapi Orang Tua yang Pilih Kasih

Terdapat beragam faktor yang menjadi pemicu timbulnya sikap pilih kasih orang tua terhadap salah satu anak. Dalam banyak kasus, perlakuan diskriminatif ini sering kali berawal dari hal-hal yang dianggap sepele.

Lantas, apa yang dapat dilakukan oleh anak dewasa sewaktu berhadapan dengan orang tua yang terkesan pilih kasih?

Mengutip laporan dari Better Help dan beberapa sumber lainnya, berikut adalah cara menyikapi orang tua yang pilih kasih tanpa merusak hubungan kekeluargaan serta mengorbankan kondisi mental diri sendiri:

Cari Kebahagiaan Lain Langkah awal yang dapat dilakukan guna menghadapi orang tua yang pilih kasih adalah mencari sumber kebahagiaan lain. Menjadi anak yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tua memang tidak menyenangkan.

Oleh sebab itu, usahakan untuk menemukan sebanyak mungkin kebahagiaan lain yang bersifat positif. Kenali potensi diri untuk membuktikan kemampuan tanpa perlu membandingkan diri dengan saudara yang lain.

Upaya ini amat ampuh membantu Anda dalam mengatasi dampak emosional yang dipicu oleh sikap orang tua.

Bicarakan Perasaan kepada Orang Tua Apa yang dirasakan oleh anak belum tentu dipahami secara langsung oleh orang tua. Pada banyak kasus seperti ini, orang tua sering kali tidak menyadari bahwa tindakan yang mereka lakukan telah melampaui batas. Jika kondisinya demikian, tidak ada salahnya untuk menyampaikan isi hati kepada orang tua.

Cobalah untuk mengutarakan perasaan Anda, misalnya "Saya merasa kurang dilibatkan dalam keputusan keluarga, seperti halnya ayah/ibu kepada adik".

Melalui keterbukaan ini, diharapkan orang tua dapat membuka hati dan menyadari bahwa ada anak mereka lainnya yang juga membutuhkan perhatian.

Hindari Reaksi Emosional Langkah berikutnya yang perlu diterapkan adalah menahan diri dari reaksi yang emosional. Respon emosional terkadang justru memicu salah paham dari anggota keluarga yang lain.

Sangat wajar apabila muncul rasa kesal saat menyaksikan perlakuan pilih kasih dari orang tua. Namun, akan jauh lebih baik untuk mengambil jarak sejenak dari situasi tersebut, terutama jika hal itu mulai mengganggu pikiran serta kondisi psikis Anda.

Berhenti Mengharap Perlakuan yang Sama Hal yang patut disadari adalah tidak semua orang tua sanggup memberikan perlakuan yang seimbang kepada seluruh anaknya. Maka dari itu, terus-menerus mendambakan pengakuan yang setara seperti saudara justru dapat memicu stres.

Sebagai anak yang telah dewasa, cobalah untuk tidak bergantung pada perhatian dari orang tua. Alih-alih demikian, bangunlah kehidupan serta kebahagiaan mandiri yang ingin Anda capai.

Tak Perlu Bersaing Ikatan antarsaudara bukanlah ajang kompetisi untuk memperebutkan perhatian orang tua. Apabila dibiarkan, persaingan semacam itu dapat berubah menjadi perselisihan dan merusak keharmonisan keluarga.

Sebagai anak, sadarilah bahwa Anda tidak dapat mengontrol sikap orang tua secara penuh. Hal yang bisa Anda lakukan adalah memberikan respons yang baik serta menjaga batasan agar hidup terasa lebih tenang tanpa bergantung pada perlakuan orang tua semata.

Demikian beberapa cara menyikapi orang tua yang pilih kasih yang dapat Anda terapkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index