JAKARTA — Kondisi suasana hati yang mendadak memburuk rupanya tak melulu dipicu oleh urusan pekerjaan, kurang waktu tidur, atau gesekan dengan orang lain. Asupan makanan serta minuman yang dikonsumsi saban hari juga memegang peranan terhadap dinamika mood seseorang.
Beberapa jenis santapan diketahui mampu memengaruhi kadar gula darah, mutu tidur, hingga fungsi organ otak yang berkaitan erat dengan kondisi emosional. Apabila dikonsumsi secara berlebihan, beberapa di antaranya malah dapat membuat seseorang menjadi lebih gampang tersinggung atau mengalami gejolak mood.
Mengutip laporan Times of India, Minggu (30/8/2026), berikut lima sajian makanan dan minuman yang berpeluang membuat suasana hati memburuk:
Makanan Olahan dan Makanan Manis Sajian makanan olahan yang sarat akan kadar gula tinggi sanggup memicu naik turunnya kadar gula darah secara drastis. Situasi ini berisiko memancing perubahan suasana hati serta membuat seseorang menjadi lebih gampang emosi.
Kafein Berlebihan Mengasup kafein dalam jumlah terlampau banyak sering kali dikaitkan dengan munculnya sensasi gelisah, rasa cemas, sampai sikap yang gampang marah. Kafein turut berpotensi mengacaukan ritme tidur yang pada gilirannya mendongkrak tingkat stres.
Bagi sebagian individu, menikmati secangkir kopi pada pagi hari mungkin menjadi rutinitas yang sukar ditinggalkan. Namun, konsumsi kafein yang melewati batas wajar dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi fisik maupun stabilitas suasana hati.
Alkohol Minuman beralkohol sanggup mengganggu keseimbangan senyawa neurotransmitter di otak, sehingga merembet pada kondisi emosional seseorang. Oleh sebab itu, membatasi maupun menghindari asupan alkohol dapat membantu menjaga suasana hati tetap positif.
Walau kerap dianggap mampu memberikan sensasi menenangkan serta membuat tubuh lebih rileks, konsumsi alkohol justru sanggup memicu iritabilitas dan fluktuasi mood.
Makanan Berlemak Kandungan lemak trans dan lemak jenuh yang kerap ditemukan pada olahan gorengan serta makanan kemasan dapat membawa dampak buruk bagi mood dan kesehatan mental.
Jenis lemak ini berpotensi memancing peradangan di dalam tubuh yang kemudian memengaruhi fungsi kerja otak, sehingga membuat seseorang lebih rentan tersinggung.
Keripik Asin Asupan garam yang terlampau tinggi mampu meningkatkan risiko dehidrasi serta berpeluang memicu perubahan suasana hati. Di samping itu, tingginya kadar natrium juga dapat mendongkrak risiko tekanan darah tinggi yang memengaruhi kebugaran fisik.
Langkah Menjaga Mood Agar Tetap Stabil
Selain memangkas konsumsi deretan makanan tersebut, beberapa kebiasaan sederhana dapat diterapkan guna membantu memelihara stabilitas suasana hati.
Salah satunya dengan mengurangkan asupan gula dan olahan makanan secara perlahan. Langkah ini dapat diawali dengan membatasi minuman manis, mengurangi camilan kemasan, serta mengalihkan pencuci mulut tinggi gula dengan buah segar. Upaya ini menjaga kadar gula darah lebih stabil agar mood tidak gampang goyah.
Konsumsi kafein juga semestinya dibatasi. Bagi pencinta kopi, takaran harian perlu dikontrol dan dianjurkan tidak minum kopi terlalu malam supaya mutu tidur tetap terjaga. Kurang tidur akibat efek kafein dapat memicu stres dan membuat seseorang gampang marah.
Memenuhi kecukupan cairan tubuh juga sangat krusial. Dehidrasi tingkat ringan sekalipun dapat memengaruhi daya konsentrasi serta mood, sehingga tubuh wajib memperoleh pasokan air putih yang cukup setiap harinya.
Di samping itu, sejumlah opsi makanan dapat dipilih untuk menyokong kesehatan otak dan suasana hati, seperti ikan salmon dan tuna, pisang, oatmeal, alpukat, cokelat hitam, yogurt, serta biji-bijian atau kacang-kacangan. Bahan pangan ini menyimpan berbagai nutrisi seperti omega-3, magnesium, probiotik, dan vitamin yang berperan penting dalam menjaga mood.
Kualitas tidur juga tidak boleh diabaikan. Kurang waktu istirahat dapat membuat seseorang menjadi lebih sensitif dan gampang marah. Orang dewasa pada umumnya memerlukan durasi tidur sekitar 7-9 jam tiap malam agar tubuh serta otak dapat beristirahat secara optimal.
Aktivitas fisik turut membantu mendongkrak suasana hati dan meredakan stres melalui pelepasan hormon endorfin. Tidak harus menjalani olahraga berat, aktivitas ringan seperti jalan kaki selama 30 menit atau bersepeda santai dapat menjadi pilihan tepat.
Terakhir, manajemen stres juga sama pentingnya. Melakukan meditasi, menikmati musik, memangkas waktu di depan layar, hingga berbincang dengan orang terdekat mampu membantu mengontrol emosi sekaligus merawat kesehatan mental.
Dengan demikian, menjaga suasana hati bukan sekadar perkara mengendalikan emosi semata. Pola makan, tidur, aktivitas fisik, serta kebiasaan harian turut memegang peranan dalam memelihara keselarasan tubuh dan pikiran.