BULETINENERGI.COM — Nasib Kalshi di Amerika Serikat kian terkatung-katung setelah Pengadilan Banding Sirkuit ke-9 memenangkan Nevada dalam sengketa regulasi. Putusan ini secara efektif menggagalkan upaya Kalshi untuk menghalangi negara bagian tersebut mengawasi platform prediksi pasarnya. Ini adalah perkembangan terbaru dari rentetan pertarungan hukum yang melibatkan perusahaan rintisan tersebut.
Kronologi Sengketa Nevada vs Kalshi
Kasus ini berakar dari gugatan yang diajukan regulator perjudian Nevada dan jaksa agung negara bagian pada Februari lalu. Mereka menuding Kalshi beroperasi tanpa mengantongi lisensi judi olahraga yang seharusnya menjadi syarat untuk beroperasi di negara bagian tersebut.
Kalshi sendiri selama ini membantah tuduhan tersebut dan berupaya memblokir langkah Nevada melalui jalur hukum. Namun, keputusan pengadilan banding pekan ini justru mengukuhkan hak Nevada untuk melakukan pengawasan terhadap platform yang memperdagangkan kontrak prediksi berbagai peristiwa ini.
Gelombang Tuntutan dari Banyak Negara Bagian
Nevada bukan satu-satunya yang mempersoalkan operasional Kalshi. Connecticut menjadi contoh terbaru, di mana jaksa agungnya menuduh Kalshi menjalankan operasi taruhan olahraga ilegal dan berupaya melarang platform tersebut beroperasi di wilayahnya.
Selain Connecticut, Kalshi juga menghadapi aksi hukum dari Rhode Island, New York, dan Arizona. Namun, situasinya tidak seragam. Pada April lalu, pengadilan federal lain justru memutuskan New Jersey tidak memiliki wewenang untuk memberlakukan regulasi pada Kalshi.
Akar Masalah: Konflik Kewenangan Federal vs Negara Bagian
Inti dari seluruh perseteruan ini adalah ketiadaan keputusan regulasi final yang menentukan siapa yang berhak menjadi wasit terakhir bagi industri prediksi pasar. Apakah wewenang itu berada di tangan masing-masing negara bagian atau di bawah naungan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) sebagai regulator federal?
Kekosongan hukum ini menciptakan kebingungan besar di tengah menjamurnya platform serupa. Menariknya, CFTC justru ikut mengambil langkah hukum dengan menuntut tiga negara bagian yang mencoba menangani sendiri masalah Kalshi dan Polymarket di wilayahnya. Situasi ini menunjukkan adanya tarik-menarik kepentingan antara regulator federal dan negara bagian.
Dampak bagi Industri Prediksi Pasar
Putusan pengadilan banding ini menciptakan preseden penting yang bisa memengaruhi kasus serupa di negara bagian lain. Meski demikian, keputusan ini hanya berlaku di wilayah hukum Sirkuit ke-9, sehingga pertarungan hukum Kalshi di negara bagian lain masih harus berjalan.
Bagi pengguna platform prediksi pasar di AS, ketidakpastian regulasi ini berarti layanan bisa berubah atau bahkan berhenti sewaktu-waktu tergantung yurisdiksi tempat mereka tinggal. Sampai ada keputusan final dari tingkat federal atau Mahkamah Agung, status hukum platform semacam Kalshi akan terus menjadi medan pertempuran yang kompleks.