Pemerintah Dorong Penguatan Bahasa Daerah Lewat Trigatra Bangun Bahasa

Pemerintah Dorong Penguatan Bahasa Daerah Lewat Trigatra Bangun Bahasa
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan krusialnya kebijakan penguatan 729 bahasa daerah oleh pemerintah daerah (pemda) supaya tidak musnah dan terus lestari.

Berdasarkan data mutakhir dari Badan Bahasa, total bahasa daerah yang tadinya 719 kini bertambah menjadi 729. Lonjakan angka ini terjadi berkat riset linguistik yang menemukan deretan bahasa baru yang memenuhi kriteria pengelompokan bahasa daerah independen.

"Terdapat tantangan karena bahasa Indonesia dinilai semakin kurang populer. Namun, mulai muncul kesadaran baru dari pemda untuk bersama-sama menghidupkan kembali bahasa daerah. Perhatian khusus diperlukan terhadap bahasa daerah yang tidak memiliki tradisi tulis karena lebih rentan mengalami kepunahan," katanya di Jakarta, Kamis.

Mu'ti juga menerangkan bahwa pihak pemerintah terus menggalakkan penguatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, hingga penguasaan bahasa asing lewat program "Trigatra Bangun Bahasa". Program ini mencakup tiga pilar utama: mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

"Perlu ada pembaruan data mengenai jumlah bahasa daerah di Indonesia. Oleh karena itu, bahasa daerah harus dipandang sebagai kekayaan nasional dan bagian dari perjalanan bangsa serta peradaban Indonesia. Pelestarian bahasa daerah sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keragaman budaya nasional," ujar dia.

Sebagai contoh, Mu'ti menyinggung bahasa ragam masyarakat Indramayu, Jawa Barat, yang tak bisa seutuhnya dimasukkan ke dalam kategori Sunda atau Jawa. Alhasil, kajian linguistik menetapkannya sebagai bahasa mandiri, yang kekhasannya turut tecermin dalam seni serta budaya lokal.

Mendikdasmen pun kembali menekankan vitalnya menjaga kedaulatan bahasa Indonesia agar terus dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh generasi muda.

"Kami perlu menjadikan bahasa Indonesia sebagai kekayaan sekaligus bahasa pemersatu bangsa. Kami juga perlu menjaga kedaulatan bahasa Indonesia dengan mendorong masyarakat agar bangga, mahir, dan maju dengan bahasa Indonesia," tuturnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index