PHR Resmi Operasikan Penampungan Minyak Awal di Lapangan Libo Riau

PHR Resmi Operasikan Penampungan Minyak Awal di Lapangan Libo Riau
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan.

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan resmi mengoperasikan sarana penunjang berupa tempat penampungan awal atau Early Production Facility (EPF) yang berlokasi di Stasiun Pengumpul Lapangan Sumur Minyak baru Libo Gathering Station (GS), Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

General Manager (GM) PHR Zona Rokan Andre Wijanarko menuturkan bahwa hadirnya fasilitas baru ini merupakan langkah nyata perusahaan untuk mengoptimalkan hasil produksi minyak sekaligus mengatasi keterbatasan kapasitas penampungan serta pengolahan. Pengoperasian EPF Libo GS ini turut memperkokoh keandalan operasional aliran migas dari lapangan Libo.

"Keberhasilan pengoperasian fasilitas EPF di Libo GS ini adalah bukti nyata sinergi dan kontribusi kami bersama. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan keandalan operasional di Libo, tetapi juga menjadi bagian penting dari komitmen bersama untuk mendukung ketahanan energi nasional,” katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Rabu.

Andre menambahkan, peresmian fasilitas ini sekaligus menuntaskan rangkaian proyek strategis lainnya di wilayah Libo, seperti peremajaan cerobong pembakaran gas hingga pemasangan Integrated Fire Alarm System (IFAS) dan Public Address & General Alarm (PAGA).

Seluruh tahapan proyek tersebut mampu dirampungkan secara aman, selamat, serta tepat sasaran berdasarkan indikator kinerja utama (Key Performance Indicator) pada fungsi Project & Technical Engineering.

“Saya mengajak seluruh Perwira dan mitra kerja untuk tidak berhenti di sini, mari terus berkolaborasi, menjaga keselamatan kerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi negeri," tutur Andre.

Pengoperasian EPF Libo GS kian melengkapi catatan keberhasilan teknis serta efisiensi tinggi yang diraih PHR di Lapangan Libo. Pada kesempatan sebelumnya, PHR telah menyelesaikan proyek Libo Substation Upgrade untuk mendongkrak kapasitas Gardu Induk Libo dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA, dua bulan lebih cepat dibanding target Work Program & Budget (WP&B).

Peningkatan keandalan infrastruktur kelistrikan ini bertindak sebagai penopang vital dalam menjamin pasokan energi bagi fasilitas produksi seperti Electrical Submersible Pump (ESP) maupun Water Injection Pump (WIP). Langkah ini terbukti sukses mendorong kinerja uji produksi sumur Libo SE #86 hingga menyentuh angka 1.274 barel minyak per hari tanpa kandungan air.

"Keberhasilan berkelanjutan di Lapangan Libo ini tak lepas dari penerapan teknologi hulu migas mutakhir dan kepatuhan tinggi terhadap aspek 'Health, Safety and Environment' (HSE)," tuturnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index