Pipa Gas Aceh-Jatim Ditunggu Tersambung 2028, Investasi Capai Rp 2 Triliun

Pipa Gas Aceh-Jatim Ditunggu Tersambung 2028, Investasi Capai Rp 2 Triliun

BULETINENERGI.COM — Jaringan pipa gas nasional yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa akan segera terwujud. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa proyek pipa transmisi Dumai-Sei Mangkei (Dusem) sedang dikebut dan ditargetkan tuntas dalam dua tahun ke depan.

"Saat ini sedang dibangun adalah penyelesaian pipa transmisi Dumai-Sei Mangkei sepanjang 541 km dan ini sudah berprogres, progresnya sampai dengan saat ini adalah sekitar 30 persen. Insya Allah di tahun 2028 awal pipa Dumai Sei Mangkei ini sudah dapat kita selesaikan," kata Laode dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Progres Fisik Pipa Dusem Capai 39 Persen

Proyek strategis nasional ini menelan investasi sekitar Rp 2 triliun dan dibagi menjadi dua segmen pengerjaan. Segmen pertama membentang dari Stasiun Kompresor Gas (SKG) Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu, dengan realisasi konstruksi fisik yang sudah mencapai 39,34 persen.

Sementara itu, segmen kedua menghubungkan Stasiun Labuhan Batu menuju Duri. Pada ruas ini, pembangunan fisiknya tercatat sudah berjalan 36,39 persen.

Ruas Jawa Sudah Rampung, Koneksi Sumatra Kunci

Di sisi Pulau Jawa, pemerintah sebenarnya sudah lebih dulu menyelesaikan pembangunan pipa transmisi Cirebon-Semarang atau Cisem. Tahap pertama ruas Semarang-Batang sepanjang 60 km telah beroperasi sejak 2023.

Kemudian pada Maret 2026 lalu, pipa Cisem Tahap II sepanjang 240 km dengan jalur Batang-Cirebon-Kandang Haur juga telah dirampungkan. Kedua proyek tersebut didanai penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan skema kontrak tahun jamak.

Dengan selesainya proyek Dusem, seluruh jaringan pipa transmisi besar dari Aceh hingga Jawa Timur akan tersambung. Kondisi ini mengubah pola distribusi gas bumi secara signifikan di dalam negeri.

"Dan apabila pipa ini sudah terhubung, maka pipa transmisi besar mulai dari Aceh sampai dengan Jawa Timur untuk gas bumi sudah tersedia dan pola pengiriman gasnya dapat dilakukan di setiap titik pipa-pipa ini berada," jelas Laode.

Dampak bagi Industri dan Pasokan Gas Domestik

Tersambungnya jaringan pipa sepanjang lebih dari seribu kilometer ini memberikan fleksibilitas baru bagi pengelolaan gas bumi nasional. Gas yang selama ini terkunci di satu wilayah bisa dialirkan ke pusat industri yang membutuhkan, atau sebaliknya.

Keberadaan pipa transmisi yang terhubung juga mempermudah penyaluran gas dari berbagai titik produksi. Artinya, pasokan gas untuk pembangkit listrik, industri pupuk, hingga pabrik petrokimia di Pulau Jawa dan Sumatra tidak lagi bergantung pada satu jalur tunggal.

Pemerintah memastikan proyek ini terus berjalan sesuai jadwal. Jika target awal 2028 tercapai, Indonesia resmi memiliki tulang punggung distribusi gas bumi yang membentang dari ujung barat Sumatra hingga timur Jawa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index