Dermatolog Ungkap Bahaya Paparan Sinar UV Berlebih untuk Kesehatan

Dermatolog Ungkap Bahaya Paparan Sinar UV Berlebih untuk Kesehatan
Ilustrasi Sedang berjemur.

JAKARTA - Kebiasaan sering terpapar sinar ultraviolet (UV) tanpa perlindungan yang cukup dapat memicu dampak kesehatan yang jauh lebih mengkhawatirkan daripada sekadar masalah kulit terbakar.

Dermatolog, dr. Hafiza Fathan, Sp.DVE, FINSDV menjelaskan bahwa paparan sinar UV yang berlebihan sanggup mengakibatkan kerusakan struktur kulit secara bertahap.

Dampaknya tidak cuma nampak di permukaan luar, melainkan dapat merusak area jaringan terdalam sampai ke tingkat struktur DNA.

“Tujuh puluh sampai 80 persen penyebab penuaan kulit disebabkan oleh photo aging. Hal ini yang bisa berpotensi merusak DNA kulit,” ujarnya dalam acara Wardah AM Club di Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).

Lantaran efek buruk tersebut, langkah perlindungan dari sengatan UV wajib dijadikan rutinitas harian, bukan sekadar dipakai saat berencana beraktivitas lama di luar ruangan.

Risiko Paparan UV Terhadap Kesehatan Kulit

Menurut Hafiza, radiasi sinar UV membawa sederet potensi bahaya bagi kesehatan kulit, baik yang tampak kasat mata maupun yang tersembunyi di lapisan dalam.

“UV itu ada risiko kanker, photo damage, sunburn, sebenarnya yang paling ringan itu akan menyebabkan kerusakan kulit bagian luar seperti inflamasi, bengkak,” jelasnya.

Masalah sunburn atau kondisi kulit terbakar terik matahari merupakan salah satu dampak yang paling mudah dikenali.

Permukaan kulit bakal tampak memerah, terasa hangat, serta memicu rasa tidak nyaman usai terpapar sengatan matahari berintensitas tinggi.

Sementara itu, dampak photo damage atau kerusakan jaringan akibat UV dapat berlangsung lambat dan tak disadari. Kondisi ini menjadi pendorong utama munculnya perubahan kulit yang berkaitan erat dengan proses penuaan dini.

Efek negatif radiasi UV nyatanya tidak berhenti pada lapisan luar. Hafiza menambahkan bahwa tingkat kerusakannya sanggup menembus hingga ke rantai DNA.

“Tidak sampai di situ saja, dari luar kulitnya bisa rusak dan di dalamnya ternyata bisa rusak sampai ke DNA, makanya bisa menyebabkan kanker kulit,” ujarnya.

Ancaman Paparan UV Berintensitas Rendah

Selama ini masyarakat umumnya hanya mewaspadai sinar matahari terik yang langsung memicu rasa terbakar pada kulit.

Padahal, menurut Hafiza, paparan radiasi berintensitas kecil namun terjadi berulang kali setiap hari justru menyimpan bahaya yang sama besarnya.

“Banyak orang takutnya hanya pada efek sunburn, intensitas UV tinggi yang bikin kulit terbakar. Padahal, yang harus lebih dikhawatirkan adalah UV exposure yang sedikit tapi terus menerus sepanjang hari,” kata Hafiza.

Paparan semacam ini kerap terjadi pada kegiatan harian yang tampak biasa, seperti saat berjalan kaki, berkendara, berolahraga, maupun menjalani rutinitas luar ruangan lainnya.

Mengingat sifatnya yang berulang, paparan UV harian yang tidak langsung memicu sunburn tetap perlu diwaspadai secara serius.

Efek kerusakan akibat UV bersifat kumulatif dan terus menumpuk hingga memengaruhi kesehatan kulit dalam jangka panjang. Karena itu, penggunaan tabir surya hendaknya tidak ditunda hingga kondisi cuaca terasa amat terik.

Pentingnya Sunscreen dalam Perawatan Harian

Hafiza menekankan perlunya mengubah pola pikir masyarakat mengenai penggunaan sunscreen. Produk pelindung ini jangan dipandang sekadar pelengkap riasan kosmetik semata.

“Maka, kami tidak boleh pandang sebelah mata. Jangan anggap sunscreen hanya produk kecantikan semata, tapi ini adalah bagian dari daily photo protection,” tuturnya.

Pemakaian sunscreen secara teratur menjadi fondasi dasar dalam membentengi kulit dari paparan radiasi UV saat menjalani kesibukan harian.

Proteksi ini sangat krusial bagi individu yang bermobilitas tinggi dan sering menghabiskan waktu di luar bangunan.

Dengan demikian, merawat kesehatan kulit dari sengatan matahari tidak cukup hanya dengan menghindari efek kulit terbakar. Ancaman jangka panjang seperti photo aging, kerusakan struktur sel, hingga risiko kanker kulit menjadi alasan kuat untuk menjadikan perlindungan UV sebagai kebiasaan wajib setiap hari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index