Kalahkan Rybakina, Iga Swiatek Sabet Gelar Perdana di Tahun 2026

Kalahkan Rybakina, Iga Swiatek Sabet Gelar Perdana di Tahun 2026
Petenis Polandia Iga Swiatek [FOTO: NET].

JAKARTA - Petenis asal Polandia, Iga Swiatek, resmi mengakhiri masa puasa gelar juara sepanjang musim 2026 usai tampil superior guna membekuk Elena Rybakina dengan skor 6-2, 6-3 di babak final National Bank Open yang dihelat di Toronto, pada Jumat waktu Indonesia bagian barat.

Swiatek hanya memerlukan durasi 75 menit saja untuk melumpuhkan Rybakina yang notabene merupakan petenis peringkat dua dunia. Keberhasilan gemilang ini menandai titel perdana Swiatek pada tahun ini, sekaligus trofi ke-26 sepanjang rekam jejak kariernya serta gelar juara WTA 1000 yang ke-12.

"Anda adalah pesaing yang hebat dan selalu sulit untuk bermain melawan Anda. Kami sudah memainkan banyak pertandingan penting dan saya yakin masih akan ada banyak pertandingan lainnya," kata Swiatek dikutip dari WTA.

Hasil positif tersebut sekaligus mendongkrak posisi Swiatek untuk melampaui perolehan Aryna Sabalenka dalam catatan daftar pemilik gelar WTA 1000 terbanyak semenjak format tersebut resmi diberlakukan pada tahun 2009. Saat ini, Swiatek menempati tangga kedua dengan koleksi 12 gelar, dan hanya terpaut tipis dari Serena Williams yang memegang rekor 13 gelar.

Kemenangan meyakinkan atas Rybakina ini turut memulihkan keunggulan Swiatek dalam rekor rekam jejak pertemuan head-to-head di panggung tur WTA dengan keunggulan skor 7-6. Pada saat yang sama, ia berhasil memutus tren buruk dua kali kekalahan beruntun dari petenis asal Kazakhstan tersebut.

Partai puncak di Toronto ini mencatatkan sejarah sebagai bentrokan kedua bagi Swiatek dan Rybakina di laga final turnamen. Dalam dua kesempatan duel final tersebut, Swiatek selalu sukses keluar sebagai kampiun lewat kemenangan dua set langsung.

Swiatek juga semakin mempertajam rekor sempurnanya di partai final level WTA menjadi 26 kemenangan berbanding lima kekalahan. Rasio persentase kemenangan tersebut tercatat sebagai yang paling superior di antara jajaran petenis putri yang sudah mencatatkan penampilan minimal 20 kali di partai puncak level WTA sejak era sistem Tier diperkenalkan pada 1990.

Keberhasilan merengkuh titel juara di Toronto ini menjadi momentum kebangkitan krusial bagi Swiatek mengingat perjalanan kariernya di sepanjang musim 2026 sempat berjalan di bawah ekspektasi publik. Sebelum menginjakkan kaki di turnamen ini, pengoleksi enam gelar Grand Slam tersebut bahkan belum pernah sekalipun menembus babak final dan rangking dunianya merosot ke posisi kedelapan.

Kendati demikian, grafik performanya mendadak berubah drastis tatkala berlaga di tanah Kanada. Swiatek mengawali turnamen lewat kemenangan-kemenangan telak dan tercatat hanya kehilangan total enam gim dari dua pertandingan pembukanya. Usai mendepak Marta Kostyuk di babak 16 besar, ia kembali tampil perkasa dengan melumat Diana Shnaider dengan skor 6-1, 6-2 pada babak perempat final.

Berlanjut ke fase semifinal, Swiatek sukses menundukkan perlawanan Elina Svitolina melalui pertarungan sengit tiga set sekaligus membalas dua kekalahan terdahulunya yang diderita dari petenis Ukraina tersebut pada musim kompetisi ini.

Berkat trofi juara di Toronto tersebut, Swiatek kini tercatat telah menyapu bersih kemenangan di kelima turnamen prestisius wilayah Amerika Utara yang menjadi target buruannya, yakni Indian Wells, Miami, US Open, Cincinnati, dan Kanada.

Ia pun kini semakin mendekati impian besarnya untuk melengkapi koleksi Career Grand Slam. Dari total empat turnamen bergengsi level Grand Slam, Swiatek telah berhasil mengamankan empat titel juara Roland Garros, masing-masing satu trofi US Open dan Wimbledon, sehingga Australian Open kini tinggal menjadi satu-satunya gelar mayor yang belum berhasil diraihnya.

Secara kumulatif keseluruhan, Swiatek saat ini membukukan total 19 gelar mayor bergengsi, yang mencakup delapan trofi dari 10 ajang turnamen WTA 1000. Tercatat hanya wilayah Dubai dan Wuhan saja yang trofinya belum berhasil mendarat di lemari koleksinya.

"Saya tidak benar-benar tahu alasannya, karena saya mencoba menghadapi pertandingan ini dengan cara yang sama seperti pertandingan sebelumnya. Saya tahu apa yang saya lakukan dengan benar dan hanya berusaha melanjutkannya," ujar Swiatek.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index