Laba Industri Pinjol Semester I 2026 Naik 10,41 Persen

Laba Industri Pinjol Semester I 2026 Naik 10,41 Persen
Ilustrasi pinjaman online.

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa perolehan laba bersih industri pinjaman online atau pinjaman daring (pindar) mengalami peningkatan sebesar 10,41 persen secara tahunan (year on year) per Juni 2026 hingga menyentuh angka Rp1,15 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menggarisbawahi bahwa fluktuasi tingkat pembiayaan bermasalah berpotensi memberi tekanan terhadap tingkat profitabilitas tiap penyelenggara.

“Namun, hingga Juni 2026 industri Pindar tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba seiring dengan pertumbuhan penyaluran pendanaan,” tuturnya dalam lembar jawaban RDK OJK Juli 2026, dikutip pada Rabu (12/8/2026).

Pihak OJK menilai bahwa peluang bagi industri pindar untuk melampaui capaian laba pada tahun 2025 masih sangat terbuka lebar, dengan catatan ditopang oleh ekspansi penyaluran pendanaan, penguatan mitigasi manajemen risiko, serta perbaikan mutu skema credit scoring.

Di sisi lain, Agusman menerangkan bahwa implementasi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat mengoptimalkan operasional pindar, khususnya pada alur penentuan credit scoring, pemantauan portofolio, hingga deteksi potensi fraud, dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi serta akuntabilitas.

“Pemanfaatan teknologi, termasuk AI, disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing Penyelenggara Pindar dengan tetap memperhatikan tata kelola dan manajemen risiko,” ujarnya.

Oleh karena itu, para pelaku bisnis pindar diimbau untuk konsisten memperkokoh mekanisme mitigasi risiko dalam pengaplikasian AI, termasuk memperketat pengawasan internal demi menjamin operasional teknologi berjalan secara aman.

Sebagai informasi tambahan, OJK turut mencatat nilai outstanding pembiayaan sepanjang semester I 2026 telah menembus Rp103,73 triliun atau tumbuh sekitar 25,60 persen secara tahunan. Sementara itu, rasio TWP90 pada periode Juni 2026 bertahan di tingkat 4,42 persen.

Agusman menambahkan bahwa pergerakan angka TWP90 di sektor industri pindar sangat dipengaruhi oleh beragam faktor mendasar, seperti tingkat kemampuan bayar para debitur hingga efektivitas penerapan manajemen risiko oleh masing-masing penyelenggara.

“Penyelenggara terus didorong untuk memperkuat credit scoring dan pengelolaan risiko dalam penyaluran pendanaan,” tutupnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index