IHSG Berpeluang Menguat dan Rekomendasi Saham Unggulan di 2026

IHSG Berpeluang Menguat dan Rekomendasi Saham Unggulan di 2026
Ilustrasi IHSG.

JAKARTA - Sejumlah pengamat pasar modal memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengantongi peluang menguat sekaligus membagikan rekomendasi saham pilihan pada sesi perdagangan Selasa (11/8/2026).

Catatan Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan IHSG mengalami pelemahan 0,69 persen menuju posisi 6.365,37. Sepanjang jam perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.462,74—6.362,76. Dari keseluruhan emiten, terdaftar 306 saham menguat, 340 melemah, serta 317 saham jalan di tempat.

Dalam daftar konstituen LQ45, penurunan harga saham paling dalam dipimpin oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang merosot 4,05 persen ke Rp710, disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melandai 3,63 persen ke Rp1.860, serta PT Indika Energy Tbk (INDY) yang tergerus 3,33 persen ke Rp2.610.

Langkah serupa dialami PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang terkoreksi 3,32 persen ke Rp2.620, PT Indosat Tbk (ISAT) melandai 3,23 persen ke Rp2.100, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang merosot 2,83 persen ke Rp515.

Sebaliknya, lonjakan harga saham berhasil diraih oleh PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang terangkat 7,87 persen ke Rp685, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 3,40 persen ke Rp3.040, serta PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang naik 2,33 persen ke Rp2.200.

Performa positif juga dicatatkan PT United Tractors Tbk (UNTR) yang terangkat 1,58 persen ke Rp24.050, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 1,25 persen ke Rp1.625, serta PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) yang menanjak 0,84 persen ke level Rp2.390.

Tim riset MNC Sekuritas memproyeksikan posisi IHSG kini tengah berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [iv], yang mengindikasikan bahwa indeks berpeluang merangkak naik dengan target kisaran 6.440-6.544.

"Cermati kembali akan adanya potensi lanjutan koreksi dalam jangka pendek ke rentang 6.308-6.360," seperti dikutip dalam riset MNC Sekuritas, Selasa (11/8/2026).

Analis memperkirakan area support IHSG bertengger di rentang 6.319 dan 6.201, sementara titik resistance berada di posisi 6.454 dan 6.599.

MNC Sekuritas menyodorkan rekomendasi agar investor mempertimbangkan opsi buy on weakness untuk emiten PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), serta trading buy untuk saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

Di lain sisi, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengutarakan bahwasanya sambutan positif pasar atas pengajuan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) ikut mengerek penguatan nilai tukar rupiah hingga posisi Rp17.755 per dolar AS.

Akan tetapi, pergerakan IHSG justru tertekan seusai sempat menguji level 6.462,74 akibat tertahan di area resistance. Penurunan pasca-menyentuh area tersebut mengindikasikan para pemodal masih cenderung merealisasikan aksi ambil untung (profit taking).

Situasi ini menjadikan ruang apresiasi indeks pada sesi perdagangan berikutnya berpotensi kian terbatas.

Dari sisi domestik, para pelaku pasar bakal mencermati pergerakan arah kebijakan BI beserta deretan indikator ekonomi. Salah satu fokus utama tertuju pada data penjualan ritel (Retail Sales YoY) yang diproyeksikan membaik ke level 1,8 persen dari angka sebelumnya minus 3,9 persen.

Secara analisis teknikal, IHSG diprediksi bergerak sideways dengan kisaran support terdekat pada posisi 6.300–6.320 serta titik resistance krusial di 6.400–6.450. Rejection dari rentang 6.450 menjadi sinyal bahwa momentum penguatan IHSG mulai tertahan sehingga indeks berpotensi memasuki fase konsolidasi terlebih dahulu.

Sementara itu pada sesi pembukaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat menuju level 6.383,81 dan terangkat 0,33 persen sesaat pasca-pembukaan. Terdata 260 saham menguat, 155 saham melemah, dan 548 saham stagnan dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp11.163 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index