Bahaya Konsumsi Saus dan Micin Berlebihan Bagi Ginjal serta Jantung

Bahaya Konsumsi Saus dan Micin Berlebihan Bagi Ginjal serta Jantung
mi ayam.

JAKARTA - Rekaman video pedagang mi ayam yang menambahkan saus merah serta micin atau MSG dalam jumlah melimpah ke dalam porsi penyajian belakangan ini viral di media sosial.

Fenomena tersebut memicu sorotan warganet terkait bahaya penggunaan penyedap dan saus secara berlebihan terhadap kesehatan tubuh.

Penggunaan saus dalam porsi besar patut diwaspadai karena mengandung natrium, gula, serta bahan tambahan pangan seperti zat pewarna dan pengawet.

Spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi Prof. Dr. dr. Endang Susalit Sp.PD-KGH FINASIM mengingatkan bahwa konsumsi bumbu berlebih yang dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang menyimpan potensi bahaya kesehatan.

"Kalau hanya sekali sebulan sih mungkin nggak terlalu pengaruh ya. Tapi kalau hampir tiap hari makan seperti itu, ya lama-lama akibat gulanya tadi diabetes, akibat garam itu bisa tensinya naik. Akibatnya itu dua-dua keadaan itu bisa menyebabkan penyakit ginjal kronik tadi," ujarnya.

Risiko Bahaya Saus dan Micin Berlebihan
MSG atau monosodium glutamate pada dasarnya dikategorikan aman oleh badan pengawas obat selama dikonsumsi dalam batas wajar. Namun, MSG tetap menyumbang asupan natrium bagi tubuh.

Konsumsi MSG berlebih pada sebagian orang dapat memicu efek jangka pendek seperti pusing, mual, jantung berdebar, hingga sensasi kemerahan pada kulit.

Di samping micin, racikan saus yang berlebihan juga menyumbang kadar gula dan natrium tinggi dalam satu porsi makanan.

Di Indonesia, kadar pengawet seperti natrium benzoat dan kalium benzoat pada produk saus telah diatur ketat dalam Peraturan BPOM Nomor 13 Tahun 2020.

Endang menegaskan masalah kesehatan utama bermula ketika makanan tinggi natrium dan gula dikonsumsi secara rutin berulang kali.

"Jadi ada zat-zat tertentu yang dalam makanan tadi, yang biasanya kita identifikasi garam sama gula biasanya. Itu yang jelas mengganggu tubuh itu pun untuk jangka panjang," jelasnya.

Tingginya asupan garam pemicu hipertensi serta paparan gula pemicu diabetes merupakan faktor risiko utama munculnya gangguan ginjal kronik.

"Kalau sekali-sekali mungkin nggak masalah, sekali-sekali dalam dua bulan, tiga bulan. Tapi kalau rutin itu terus sehingga masukkan garam dan gula tadi bertumpuk, lama-lama organ tubuh yang menerima itu nggak siap, nggak tahan. Timbul penyakit baru," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index