IHSG Ditutup Menguat ke 6.319 Berkat Sentimen Domestik serta Global

IHSG Ditutup Menguat ke 6.319 Berkat Sentimen Domestik serta Global
Ilustrasi IHSG.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melesat menguat dipicu hadirnya sentimen positif dari ranah domestik maupun mancanegara.

IHSG ditutup naik 85,11 poin atau 1,37 persen menuju posisi 6.319,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 terangkat 11,28 poin atau 1,81 persen ke level 635,21.

"Bursa regional Asia bergerak menguat sejalan dengan tren positif bursa Wall Street," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari ranah domestik, data inflasi Indonesia periode Juli 2026 secara tahunan melandai ke level 2,88 persen year on year (yoy), alias tetap terjaga dalam rentang target sasaran Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5 plus minus 1 persen.

"Ini menunjukkan terjaganya dalam kisaran sasaran tersebut merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan pemerintah,” ujar Nico.

Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia periode Juni 2026 mencatatkan defisit sebesar 0,45 miliar dolar AS, angka ini lebih rendah dibanding defisit 1,61 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.

Meski mencatatkan defisit, Nico mengungkapkan secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia periode Januari hingga Juni 2026 konsisten membukukan surplus senilai 3,58 miliar dolar AS.

Sementara itu, para pelaku pasar kini tengah mencermati rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia untuk periode kuartal II-2026 pada pekan ini.

Dari panggung global, Nico memaparkan para investor merespon positif publikasi indeks manufaktur Amerika Serikat (AS), di mana ISM Manufacturing menanjak dari 53,3 menjadi 55,6 yang menjadi laju kenaikan tercepat dalam kurun empat tahun terakhir.

"Hal ini ditopang oleh kuatnya permintaan yang mendorong kenaikan produksi, sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar ketenagakerjaan,” ujar Nico.

Di samping itu, dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah turut dipantau, setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim pembicaraan dengan pihak Iran terkait pembukaan Selat Hormuz sedang berjalan, walau dibantah oleh pihak Iran.

Kabar baiknya, dialog antara pihak Iran bersama Oman menunjukkan perkembangan positif untuk memulihkan kelancaran arus lalu lintas di selat tersebut.

Mengawali perdagangan di zona hijau, IHSG konsisten bertahan di teritori positif hingga penutupan sesi pertama. Memasuki sesi kedua, laju indeks tetap solid berada di zona hijau sampai bel penutupan pasar.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor mencatatkan penguatan dengan sektor properti memimpin kenaikan sebesar 2,57 persen, disusul sektor transportasi & logistik serta sektor barang baku yang menguat masing-masing 1,94 persen dan 1,86 persen.

Sebaliknya, satu-satunya sektor yang terkoreksi yakni sektor barang konsumen non primer dengan penurunan sebesar 0,37 persen.

Deretan saham yang membukukan penguatan harga terbesar mencakup ENZO, PADA, PRDL, HDFA, serta MBTO. Sedangkan jajaran saham yang mengalami pelemahan paling dalam yaitu BACH, TMPO, KOCI, OMRE, dan JELI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.112.000 kali transaksi dengan volume saham yang diperjualbelikan mencapai 32,39 miliar lembar saham bernilai Rp12,95 triliun. Sebanyak 420 saham menguat, 234 saham melemah, serta 309 saham stagnan.

Laju bursa saham regional Asia sore ini menunjukkan indeks Nikkei naik 0,23 persen ke 63.899,00, indeks Shanghai terangkat 0,33 persen ke 3.822,28, indeks Hang Seng terkoreksi 0,60 persen ke 25.852,92, indeks Kospi melonjak 1,62 persen ke 6.358,95, dan indeks Kuala Lumpur menguat 0,40 persen ke 1.732,66.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index