Ini 5 Manfaat Pistachio Kacang Populer di Balik Tren Dubai Chocolate

Ini 5 Manfaat Pistachio Kacang Populer di Balik Tren Dubai Chocolate
Ilustrasi Kacang Pistachio

JAKARTA - Pistachio kini ada di mana-mana. Mulai dari Dubai chocolate, cookies renyah, kunafa, gelato, sampai latte berwarna hijau muda, kacang dari Timur Tengah ini kian sering muncul dalam aneka olahan makanan dan minuman.

Kepopulerannya memang tak lepas dari tren Dubai chocolate yang sempat viral di media sosial. Sejak saat itu, banyak pelaku bisnis kuliner menyajikan sajian berbahan pistachio karena rasa gurih, sedikit manis, serta teksturnya yang khas.

Di balik tren tersebut, pistachio ternyata bukan cuma sekadar peningkat cita rasa. Sejumlah penelitian membuktikan kacang ini menyimpan aneka nutrisi serta senyawa bioaktif yang berpotensi memberi manfaat kesehatan.

Lalu, apa saja manfaat pistachio bagi kesehatan?

Pistachio (Pistacia vera L.) merupakan jenis kacang pohon yang berasal dari wilayah Asia Barat dan Timur Tengah. Jika dibandingkan dengan jenis kacang lain, pistachio kaya akan protein nabati, serat, lemak tak jenuh, vitamin B6, kalium, magnesium, dan berbagai antioksidan. Kombinasi nutrisi ini menjadikan pistachio banyak diteliti atas kemampuannya mendukung kesehatan tubuh.

Berikut beberapa manfaat pistachio untuk tubuh:

Membantu menjaga kesehatan jantung Salah satu manfaat pistachio yang paling sering diteliti adalah perannya terhadap kesehatan jantung. Sejumlah studi yang diterbitkan di PubMed memperlihatkan bahwa mengonsumsi pistachio secara rutin berkaitan dengan perbaikan berbagai faktor risiko penyakit kardiometabolik.

Mulai dari membantu menurunkan tekanan darah, gula darah puasa, hingga membenahi profil kolesterol. Namun, para peneliti menegaskan masih diperlukan studi lanjutan guna menentukan takaran konsumsi yang paling pas.

Membantu memperbaiki kadar kolesterol Pistachio merupakan sumber lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh. Sejumlah riset menemukan bahwa konsumsi pistachio berkaitan dengan penurunan kadar kolesterol total dan LDL atau kolesterol 'jahat', sekaligus membantu menaikkan kadar HDL yang dikenal sebagai kolesterol 'baik'.

Efek positif tersebut diduga berasal dari perpaduan lemak sehat, serat, serta senyawa antioksidan yang terkandung di dalamnya.

Kaya antioksidan Warna hijau khas pistachio ternyata tidak sekadar menarik di mata. Melansir jurnal Plants, pistachio mengandung beragam senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, antosianin, lutein, dan zeaxanthin.

Senyawa-senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif, yaitu kondisi saat radikal bebas berlebih memicu kerusakan sel dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Selain itu, lutein dan zeaxanthin juga dikenal berperan dalam menjaga kesehatan mata.

Berpotensi membantu mengontrol gula darah Konsumsi pistachio juga dihubungkan dengan penurunan kadar gula darah puasa serta kadar insulin pada sejumlah kelompok peserta penelitian. Mengganti camilan tinggi gula atau tinggi lemak jenuh dengan pistachio berpotensi membantu membenahi kontrol gula darah, khususnya bagi orang yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular.

Mengenyangkan tanpa otomatis menaikkan berat badan Banyak orang menjauhi kacang karena dianggap tinggi kalori. Namun, berbagai studi justru memperlihatkan hasil sebaliknya.

Konsumsi pistachio sebagai bagian dari pola makan seimbang tidak terbukti menaikkan berat badan, indeks massa tubuh (BMI), maupun lingkar pinggang secara signifikan. Kandungan protein dan serat di dalamnya turut memberi rasa kenyang lebih lama sehingga berpotensi menekan keinginan untuk nyemil secara berlebihan.

Meski menyimpan banyak manfaat, bukan berarti seluruh makanan atau minuman berbahan pistachio otomatis menyehatkan. Sajian seperti Dubai chocolate, cookies, gelato, hingga minuman kekinian umumnya tetap mengandung tambahan gula, mentega, krim, atau cokelat dalam jumlah cukup tinggi.

Artinya, manfaat pistachio bisa tertutup oleh tingginya kalori, gula, serta lemak jenuh dari bahan-bahan pendamping tersebut. Jika ingin mendapatkan manfaat gizinya secara maksimal, pilihlah pistachio utuh tanpa tambahan gula atau garam berlebih. Kacang ini dapat dinikmati sebagai camilan sehat, dicampur ke dalam salad, oatmeal, yogurt, atau dijadikan taburan di atas hidangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index