Industri Otomotif Hadapi Tantangan pada Semester II 2026 Versi Adira

Industri Otomotif Hadapi Tantangan pada Semester II 2026 Versi Adira
Industri Otomotif Hadapi Tantangan pada Semester II 2026 Versi Adira.

JAKARTA — PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) atau Adira Finance memperkirakan kenaikan suku bunga pembiayaan pada industri multifinance hanya tinggal menunggu waktu seiring melonjaknya biaya dana. Kondisi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pemicu yang membuat prospek pasar otomotif pada semester II 2026 kian menantang dibandingkan paruh pertama tahun ini.

Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila mengungkapkan bahwa biaya beban dana Adira Finance saat ini mulai merangkak naik. Hal ini otomatis membuka ruang bagi perseroan untuk melakukan penyesuaian suku bunga pembiayaan yang disalurkan kepada konsumen.

“Biaya dana dari Adira sudah mulai meningkat, sehingga harusnya kami pas on kepada nasabah,” kata Made dalam Konferensi Pers Virtual Kinerja Semester I/2026 Bank Danamon, dikutip pada Minggu (2/8/2026).

Walau begitu, dalam hal penentuan lending rate kepada masyarakat, Made menjelaskan perseroan tetap mempertimbangkan tingkat daya beli konsumen, khususnya pada segmen menengah ke bawah, serta dinamika persaingan antarperusahaan di dalam industri.

Made membeberkan bahwa sejumlah pemain bisnis multifinance sejauh ini masih menahan laju kenaikan suku bunga kredit pembiayaan. Walau demikian, dirinya optimistis penyesuaian bunga pada akhirnya tetap tidak bisa dihindari lantaran seluruh pelaku industri menanggung tekanan biaya dana yang sama.

“Saya percaya bahwa kenaikan suku bunga eventually akan terjadi over time, karena memang semua multifinance company menghadapi hal yang sama, yaitu kenaikan biaya dana,” ungkapnya.

Made menilai laju pergerakan industri otomotif di semester II 2026 bakal menyajikan tantangan yang lebih berat. Meski tren penjualan kendaraan masih sanggup tumbuh positif pada semester I 2026, lonjakan biaya dana diperkirakan memicu kenaikan nilai cicilan bulanan, disusul potensi kenaikan harga kendaraan akibat membengkaknya biaya produksi serta pelemahan kurs rupiah.

Merujuk pada data internal Adira Finance, angka penjualan ritel sepeda motor baru sepanjang semester I 2026 sanggup naik sekitar 10 persen secara tahunan, sementara penjualan mobil baru tumbuh sekitar 11 persen secara tahunan.

Meski begitu, Made memproyeksikan ritme pertumbuhan tinggi tersebut akan menemui tekanan pada semester II 2026 akibat bertambahnya beban finansial yang mesti ditanggung oleh konsumen.

“Jadi, kelihatannya situasinya lebih challenging dibandingkan dengan semester pertama,” pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index