Kredit Perbankan OJK Malang Tumbuh 3,41% Jadi Rp110,79 Triliun

Kredit Perbankan OJK Malang Tumbuh 3,41% Jadi Rp110,79 Triliun
Realisasi Kredit Perbankan di Wilker OJK Malang Tembus Rp110,79 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA - Realisasi kredit perbankan di wilayah kerja (Wilker) OJK Malang tercatat menembus angka Rp110,79 triliun pada Mei 2026. Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengungkapkan bahwa realisasi kredit tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 3,41 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, aset perbankan tumbuh 7,45 persen yoy hingga mencapai Rp188,65 triliun per 31 Mei 2026.

“Kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga,” ujarnya dikutip Senin (20/7/2026).

Menurutnya, kredit investasi menjadi motor utama pertumbuhan kredit di wilayah kerja OJK Malang. Secara yoy, kredit konsumsi, kredit investasi, dan kredit modal kerja masing-masing tercatat tumbuh sebesar 0,47 persen, 6,24 persen, dan 4,84 persen.

Di sisi lain, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Mei 2026 meningkat 4,24 persen yoy menjadi Rp105,45 triliun, dengan kualitas kredit yang tetap terjaga melalui rasio NPL sebesar 3,12 persen. 

Porsi terbesar penyaluran kredit perbankan didominasi oleh sektor Rumah Tangga (29,55 persen), Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (18,82 persen), serta Industri Pengolahan (18,37 persen).

Terkait pemberantasan perjudian daring, Farid menegaskan OJK telah menginstruksikan perbankan untuk melakukan Enhance Due Diligence (EDD) dan/atau pemblokiran terhadap sekitar 36.191 rekening yang terindikasi aktivitas perjudian daring berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital. 

OJK juga meminta perbankan memperluas tindakan dengan melakukan penutupan rekening yang sesuai dengan Nomor Identitas Kependudukan (NIK) pihak-pihak terkait.

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai peningkatan kredit ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi, baik dari sisi konsumsi maupun produksi. 

Ia menyebut kredit konsumsi dapat menjaga daya beli masyarakat, sementara kredit investasi dan modal kerja penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index