Volvo Pamer FMX Edge 60 Ton, Siap Uji di Tambang Nikel demi Hemat 10,3%

Sabtu, 19 September 2026 | 11:41:00 WIB

BULETINENERGI.COM — Volvo Trucks Indonesia menyiapkan truk FMX Edge bermuatan hingga 60 ton untuk diuji coba di tambang nikel dalam negeri. Kendaraan ini diklaim mampu memangkas biaya operasional sekitar 10,3% karena satu unit bisa mengangkut material jauh lebih banyak tanpa menambah pengemudi maupun mesin.

Volvo Trucks Indonesia memperkenalkan FMX Edge lewat gelaran Mining Expo 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Truk ini punya bobot kendaraan bruto atau gross vehicle weight (GVW) sampai 77 ton, dengan kapasitas muatan mencapai 60 ton.

Angka itu jauh di atas truk tambang konvensional yang biasa beroperasi di Indonesia. Volvo menargetkan kendaraan ini dipakai untuk mengangkut material di tambang nikel, salah satu komoditas paling ramai di sektor pertambangan nasional saat ini.

Hemat Biaya dari Satu Kali Angkut

Perhitungan internal Volvo menunjukkan kapasitas angkut yang lebih besar berdampak langsung ke efisiensi biaya. Satu unit truk bisa membawa material lebih banyak dalam sekali perjalanan, tanpa perlu menambah jumlah pengemudi atau mesin.

"Total biaya operasionalnya bisa hemat sekitar 10,3% karena muatannya lebih banyak, sementara pengemudi dan mesinnya tetap satu," ujar Direktur CV&HE Indomobil Group Bambang Prijono SP.

Dengan kata lain, perusahaan tambang tak perlu menambah armada untuk mengangkut volume material yang sama. Rasio antara muatan dan biaya operasional menjadi lebih menguntungkan.

Uji Coba di Tambang Nikel Jadi Penentu

Uji coba di tambang nikel akan menjadi tahap awal sebelum Volvo dan Indomobil Group CV & HE mempertimbangkan pemasaran yang lebih luas pada 2027. Bambang menyebut lokasi tambang yang akan dipakai belum ditetapkan untuk diumumkan.

"Dengan muatan yang lebih besar, produktivitas dan efisiensinya akan lebih besar," katanya.

Volvo juga belum menentukan target penjualan untuk kendaraan ini. Hasil uji lapangan akan menjadi salah satu pertimbangan utama perusahaan dalam menyusun strategi pemasaran berikutnya.

Truk Besar dan Tekanan Efisiensi di Tambang

Industri pertambangan Indonesia, terutama nikel, tengah menghadapi tekanan untuk menekan biaya produksi. Harga komoditas yang berfluktuasi membuat operator tambang mencari cara agar setiap liter bahan bakar dan setiap jam kerja mesin menghasilkan output maksimal.

Di sisi lain, jumlah pengemudi truk tambang terbatas dan biaya tenaga kerja terus naik. Truk dengan kapasitas angkut lebih besar menjadi salah satu jawaban untuk mengatasi dua persoalan itu sekaligus.

Volvo dan Indomobil Group CV & HE belum merinci spesifikasi teknis lengkap FMX Edge, termasuk konsumsi bahan bakar atau harga jualnya. Keduanya juga belum menyebut apakah kendaraan ini akan dirakit lokal atau didatangkan utuh dari luar negeri.

Uji coba di tambang nikel akan menjadi pembuktian apakah klaim efisiensi 10,3% itu bertahan di medan operasi sesungguhnya. Jika berhasil, truk berkapasitas 60 ton bisa menjadi acuan baru bagi operator tambang dalam menghitung biaya angkut material.

Terkini