Aktivitas Anak Krakatau Melandai, Bakom Imbau Warga Waspada

Selasa, 08 September 2026 | 18:01:32 WIB
Masyarakat melakukan penyeberangan di Pulau Sebesi yang berada dekat Gunung Anak Krakatau, di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengingatkan bahwa kendati fase erupsi beruntun selama 25 jam sudah usai, warga di sekitar Gunung Anak Krakatau diminta untuk selalu waspada serta tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang belum terverifikasi di media sosial.

Tenaga Ahli Utama Bakom RI Muhamad Hidayat lewat siaran resmi yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan bahwa rutinitas warga di Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung tetap berlangsung biasa seusai Gunung Anak Krakatau meletus pada 4 September lalu.

"Pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB saya berada di Pulau Sebesi melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Canti. Tepat di samping kami adalah lokasi Gunung Anak Krakatau," ujar Hidayat di lokasi pada hari ini.

Ia membeberkan bahwa tim sebelumnya turut memantau situasi pada Senin malam dari Pulau Sebesi guna menyaksikan secara langsung kondisi terkini Gunung Anak Krakatau. Pulau Sebesi sendiri merupakan daratan terdekat dari Gunung Anak Krakatau, dengan jarak kurang lebih 20 kilometer dari gunung api aktif tersebut.

Menurut Hidayat, jika merujuk pengamatan di lapangan, lalu lintas penyeberangan warga setempat berjalan seperti biasa. Masyarakat masih berlalu-lalang menyeberang dari Pulau Sebesi ke Pelabuhan Canti maupun arah sebaliknya.

Walau begitu, ia mewanti-wanti masyarakat setempat supaya terus bersiap siaga, termasuk mengenakan masker apabila beraktivitas di luar ruangan.

"Tetap menjaga kewaspadaan, itu tetap diimbau oleh pemerintah desa dan daerah," kata Hidayat.

Ia pun mengimbau publik untuk tetap tenang dan tak gampang termakan kabar burung, khususnya isu seputar dinamika Gunung Anak Krakatau yang simpang siur di media sosial atau aplikasi pesan singkat.

"Hindari berita-berita hoaks atau disinformasi. Cek kembali informasi di kanal-kanal resmi pemerintah seperti Badan Geologi, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah setempat," ujarnya.

Bagi Hidayat, rujukan resmi dari lembaga berwenang mesti dipegang oleh warga supaya tidak memicu kepanikan akibat desas-desus yang simpang siur. Hidayat berharap situasi Gunung Anak Krakatau makin aman dan warga senantiasa terlindungi.

Hidayat mengakhiri keterangannya dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat mendoakan agar kondisi Gunung Anak Krakatau tetap aman serta bangsa Indonesia senantiasa mendapat perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Terkini