Di Forum EEF, Prabowo Tawari Rusia Investasi Energi Hingga Hilirisasi

Jumat, 04 September 2026 | 19:59:02 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengundang kalangan bisnis Rusia untuk hadir ke Indonesia, menanamkan modal, dan membangun sektor industri bersama. Prabowo menawarkan Indonesia sebagai pusat produksi sekaligus gerbang utama menuju pasar ASEAN dan kawasan Indo-Pasifik.

Ajakan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato kunci selaku Tamu Kehormatan Utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Di hadapan para delegasi forum, Prabowo menyampaikan penawaran tersebut secara langsung kepada dunia usaha Rusia.

“Datanglah ke Indonesia, bekerja bersama kami, berproduksilah bersama kami,” kata Prabowo.

Menurutnya, kemitraan ekonomi kedua negara tak cukup sebatas kegiatan perdagangan semata. Indonesia ingin mendirikan industri bersama Rusia sekaligus menciptakan nilai tambah yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.

“Mari kita membangun industri bersama, mari kita menciptakan nilai bersama,” ujarnya.

Prabowo juga menawarkan Indonesia sebagai basis untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih lapang.

“Dan dari Indonesia, mari kita menjangkau pasar Asean yang lebih luas dan kawasan Indo-Pasifik bersama-sama,” kata Presiden.

Kerja Sama Energi hingga Nuklir

Prabowo menyebutkan sektor energi merupakan salah satu bidang yang mempunyai potensi besar untuk memperluas kemitraan Indonesia-Rusia. Indonesia, lanjutnya, terbuka terhadap kerja sama dengan Rusia guna meningkatkan efisiensi eksplorasi, produksi, serta pengolahan minyak dan gas.

Di samping energi fosil, Indonesia turut memerlukan alih pengetahuan dan investasi guna mengembangkan energi terbarukan, jaringan listrik pintar (smart grid), hingga energi nuklir untuk tujuan damai.

“Kami mencari pengetahuan dan investasi dalam energi terbarukan, jaringan listrik pintar, serta tenaga nuklir untuk tujuan damai,” ujar Prabowo.

Kemitraan nuklir yang ditawarkan meliputi teknologi modular maupun teknologi skala penuh. Prabowo menggarisbawahi bahwa seluruh pengembangan wajib menerapkan standar keselamatan paling tinggi serta perlindungan internasional.

Dorong Kolaborasi Ketahanan Pangan

Pada sektor pangan, Prabowo menilai terdapat ruang kolaborasi yang luas antara Indonesia dan Rusia. Sektor yang ditawarkan mencakup teknologi pertanian, benih unggul, pembibitan ternak, mekanisasi pertanian, sampai pengolahan pangan. Indonesia pun membuka kesempatan untuk memproduksi pupuk secara bersama dengan Rusia.

“Dalam ketahanan pangan, kami melihat peluang untuk bekerja sama dengan Rusia dalam teknologi pertanian, benih unggul, pembibitan ternak, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan, serta produksi pupuk bersama,” katanya.

Menurut Prabowo, kolaborasi tersebut mampu memperkokoh ketahanan pangan sekaligus mendongkrak produktivitas sektor pertanian nasional.

Hilirisasi Jadi Ruang Investasi

Dalam agenda industrialisasi, Prabowo kembali menegaskan pentingnya pembentukan nilai tambah di dalam negeri.

“Dalam industrialisasi, kita harus bersama-sama menciptakan nilai,” tegasnya.

Indonesia, jelas Prabowo, menyambut baik kemitraan dengan Rusia pada sektor pengolahan hilir dan produksi ragam kebutuhan masyarakat sehari-hari. Produk yang dimaksud meliputi makanan, perlengkapan rumah tangga, pakaian, furnitur, obat-obatan, hingga barang elektronik konsumen.

Terkini