Usai dari Rusia, Prabowo Ingin Samudra Pasifik Jadi Jalan Raya Ekonomi

Jumat, 04 September 2026 | 19:46:02 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah mendarat di Tanah Air pada Jumat (4/9/2026) kira-kira pukul 03.00 WIB. Pesawat kepresidenan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, seusai menuntaskan agenda kunjungan ke Vladivostok, Rusia.

Kepulangan Presiden disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Lawatan ke Rusia tersebut dilakukan memenuhi undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin. Prabowo bertindak sebagai Tamu Kehormatan Utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok.

Di sela-sela gelaran forum itu, Prabowo melangsungkan pertemuan bilateral dengan Presiden Putin. Pada dialog tersebut, Putin menilai Indonesia merupakan mitra kunci bagi Rusia di wilayah Asia Pasifik.

Prabowo turut menyampaikan pidato utama dalam EEF. Ia menggarisbawahi pentingnya menjadikan Samudra Pasifik sebagai instrumen penghubung, alih-alih pemisah, antara Indonesia dan Rusia.

“Samudra Pasifik tidak memisahkan kami. Samudra Pasifik menghubungkan kami. Ia bukanlah tembok di antara kami. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kami,” ujar Prabowo.

Dorongan Kerja Sama Ekonomi dan Konektivitas

Pokok pesan dalam pidato tersebut mengarah pada potensi kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, hingga konektivitas antara Indonesia dengan Rusia beserta wilayah Eurasia.

Ajang EEF menghimpun jajaran kepala pemerintahan, pelaku industri, serta pemangku kepentingan sektor ekonomi. Lawatan ini sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dalam memperkokoh hubungan strategis dengan Rusia.

Kepala negara bertolak meninggalkan Rusia pada pukul 21.03 Waktu Setempat atau sekitar 18.03 WIB.

Sejumlah pejabat turut mendampingi Presiden dalam penerbangan kembali ke Tanah Air, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Terkini