Sultan Najamudin Puji Diplomasi Prabowo dan Kerja Sama Indonesia-Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 17:31:02 WIB
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyambut baik pidato serta hasil diplomasi Presiden Prabowo Subianto dalam helatan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia.

"Bagi Indonesia, Rusia adalah salah satu kekuatan dunia yang sangat dihormati karena ketulusan para pemimpinnya dalam menjalin persahabatan. Sejak awal bangsa Indonesia selalu menaruh kepercayaan pada niat baik Rusia dalam membantu Indonesia," kata Sultan di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Pernyataan Prabowo dianggap Sultan semakin mempertegas konsistensi arah diplomasi Indonesia kepada negara mitra, terutama Rusia, sembari memacu kemitraan ekonomi dan bisnis lewat skema Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA).

Sultan berpendapat bahwa keunggulan teknologi Rusia mampu menopang agenda hilirisasi sumber daya alam (SDA) di berbagai wilayah Indonesia.

"Kami mengapresiasi Presiden Prabowo telah memberikan kesempatan kepada Rusia dalam membantu Indonesia menyelesaikan beberapa agenda krusial seperti pengembangan teknologi pupuk, energi nuklir dan eksplorasi blok migas di Indonesia," katanya.

Sultan menambahkan bahwa kemitraan ekonomi dan bisnis kedua negara berpeluang mendongkrak mutu tata kelola SDA daerah.

Isu skema perdagangan bebas ini juga dipandang sanggup menarik minat lebih banyak investor untuk menanamkan modal di Tanah Air.

"Dengan demikian dapat secara langsung memberikan dampak perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di daerah-daerah terkait," katanya.

Di kesempatan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia bersama Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) siap menyalurkan akses pasar produsen Eurasia menuju lebih dari 290 juta konsumen Indonesia.

Lewat tayangan langsung Sekretariat Presiden yang dipantau dari Jakarta, Kamis, Prabowo menyebut kesepakatan itu turut meluaskan jangkauan produsen lokal ke lima negara anggota EAEU, yaitu Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia.

"Perjanjian ini merupakan arsitektur perdagangan Selatan-Selatan. Perjanjian ini membuka lima pasar bagi produsen Indonesia dan memberikan produsen Eurasia akses ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia," ujar Prabowo dalam pidatonya pada EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9) waktu setempat.

Terkini