Ajinomoto Perpanjang Kontrak Energi Terbarukan, Tekan Emisi 220.000 Ton CO?

Jumat, 04 September 2026 | 06:01:00 WIB

BULETINENERGI.COM — JAKARTA — Ajinomoto dan PLN EMI meneken perpanjangan kontrak Renewable Energy Certificate (REC) yang berlaku mulai 1 September 2026. Lewat mekanisme ini, listrik yang dipakai pabrik-pabrik Ajinomoto dijamin berasal dari pembangkit berbasis energi terbarukan, bukan fosil.

Kerja sama ini adalah bagian dari strategi perusahaan mencapai target net zero emission. Ajinomoto juga tengah menggenjot inisiatif lingkungan lain di fasilitas produksinya, seperti pemasangan panel surya dan penggunaan biomass boiler.

Apa Itu REC dan Mengapa Penting?

REC adalah sertifikat yang membuktikan bahwa listrik yang dikonsumsi suatu perusahaan diproduksi dari sumber energi bersih. Setiap satu sertifikat mewakili satu megawatt-jam (MWh) listrik hijau yang disuntikkan ke jaringan.

Bagi Ajinomoto, sertifikat ini langsung berdampak pada penghitungan emisi. Lewat pemanfaatan energi terbarukan dalam operasional, perseroan mencatatkan penurunan emisi Scope 2—emisi tidak langsung yang timbul dari pemakaian listrik—secara signifikan.

Wakil Presiden Direktur PT Ajinomoto Indonesia, Naohiro Kadota, menyebut langkah ini sejalan dengan filosofi perusahaan yang ingin berkontribusi pada kesejahteraan manusia dan kelestarian bumi.

"REC merupakan salah satu langkah strategis Ajinomoto Indonesia dalam meningkatkan penggunaan energi bersih sekaligus memperkuat komitmen perusahaan yang sejalan dengan filosofi, yaitu berkontribusi pada kesejahteraan manusia, masyarakat, dan kelestarian bumi melalui AminoScience," ujarnya di Jakarta.

Dukungan untuk Target Iklim Nasional

Direktur Utama PLN EMI, Henri Firdaus, menilai konsistensi Ajinomoto memakai listrik hijau bisa menjadi contoh bagi pelaku industri lain. Ia berharap semakin banyak perusahaan mengikuti jejak serupa agar transisi energi di Tanah Air bergerak lebih cepat.

"Kami berharap upaya Ajinomoto ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lainnya untuk turut mengambil peran dalam mempercepat transisi energi di Indonesia," kata Henri.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti sinergi antara sektor industri dan badan usaha milik negara di bidang kelistrikan. PLN EMI sendiri adalah anak usaha PLN yang fokus mengelola layanan efisiensi dan konservasi energi.

Di Balik Angka 220.000 Ton CO?

Capaian pengurangan emisi sebesar 220.000 ton CO? tersebut terhitung sejak program REC dimulai pada 2024 hingga Juli 2026. Angka ini setara dengan penyerapan karbon oleh jutaan pohon selama setahun.

Bagi konsumen, dampaknya mungkin tidak terasa langsung di produk. Namun di sisi lingkungan, setiap bumbu yang diproduksi kini meninggalkan jejak karbon yang jauh lebih ramping.

Ajinomoto sendiri telah beroperasi di Indonesia sejak 1969. Perusahaan ini memasarkan produk-produk halal berkualitas dengan slogan global "Eat Well, Live Well" dan menempatkan diri sebagai penyedia solusi kesehatan melalui inisiatif Health Provider.

Perpanjangan kontrak REC ini menjadi penanda bahwa komitmen hijau perusahaan bukan sekadar wacana. Dengan target yang jelas dan angka emisi yang terukur, Ajinomoto bergerak pelan tapi pasti menuju operasional yang lebih bersih.

Terkini