Gemini Spark Kini Bisa Kelola Google Photos: Edit Foto, Sortir Gambar, hingga Share Otomatis

Jumat, 04 September 2026 | 04:52:00 WIB

BULETINENERGI.COM — Perluasan dukungan aplikasi dari Gemini Spark menjadi kabar baik bagi pengguna yang kerap kewalahan mengelola ribuan foto di galeri. Dengan integrasi Google Photos ini, asisten digital tidak lagi sekadar mencari file, tetapi mampu mengeksekusi alur kerja panjang berdasarkan perintah suara atau teks berbahasa natural. Aksi yang Bisa Dijalankan di Google Photos

Fitur anyar ini mencakup enam kategori utama yang dapat dikombinasikan satu sama lain. Pengguna yang ingin merapikan pustaka foto tanpa menyentuh layar bisa memanfaatkan seluruh kapabilitas ini melalui AI.

1. Pencarian dan kurasi foto (Search & curate): Menemukan gambar dan rekaman video Spesifik berdasarkan subjek, lokasi, tanggal, atau peristiwa. Gemini Spark juga diminta untuk memilih jepretan terbaik serta menyaring foto duplikat. 2. Edit dan buat konten (Edit & create): Meningkatkan kualitas gambar, menerapkan perbaikan cepat, atau membuat kolase dan efek visual. Hasil edit tersebut akan tersimpan sebagai file baru di Google Photos. 3. Buat album dan organisasi (Create albums): Membuat album berbagi atau album pribadi, lalu memasukkan foto hasil kurasi ke dalamnya. 4. Berbagi album (Share albums): Mengirim tautan album ke aplikasi dalam ekosistem Google seperti Gmail, Google Docs, dan Messages secara otomatis. 5. Otomatisasi terjadwal (Schedule automatons): Menyusun tugas berulang, misalnya membuat album sorotan bulanan atau menata ulang foto struk belanja. 6. Ekstraksi teks dari gambar (Extract text): Mengambil informasi berupa teks dari sebuah foto, seperti tiket konser atau dokumen. Data tersebut bisa diringkas ke dalam Google Document atau langsung ditindaklanjuti oleh AI. Menggabungkan Perintah untuk Alur Multi-Langkah

Kekuatan utama pembaruan ini terletak pada pemrosesan prompt yang menggabungkan beberapa aksi sekaligus. Google memberikan sejumlah contoh skenario yang bisa dijalankan tanpa campur tangan manusia.

Pengguna dapat menyusun perintah rutin seperti:

> Setiap akhir pekan, temukan foto makanan terbaikku, buat kolase, lalu tambahkan ke album baru bernama 'Apa yang Kameraku Makan Minggu Ini'.

Selain itu, Gemini Spark bisa mengolah data visual untuk melengkapi aplikasi lain. Asisten ini dapat memindai foto pamflet festival musim panas, membandingkannya dengan jadwal kosong di Google Calendar, lalu menentukan malam terbaik untuk menghadiri konser.

Contoh lain yang diajukan Google berfokus pada cerita perjalanan, seperti meminta AI memilih 15 foto terbaik dari liburan di Hawaii, meninggalkan album bersama bertajuk 'Aloha 2026', lalu merancang draf surel untuk teman seperjalanan. Panduan tersebut juga efektif untuk momen berkumpul bersama tetangga yang membutuhkan pembagian album digital secara cepat. Jaminan Keamanan Sebelum Berbagi ke Publik

Perlu dicatat, terdapat lapisan pengaman sebelum aksi-aksi ini dijalankan secara otomatis. Sebelum menyunting file, Gemini Spark membuat salinan foto asli terlebih dahulu, sehingga file utama tidak rusak. Album yang baru dibuat bersifat privat secara bawaan, dan sistem akan meminta izin eksplisit dari pengguna jika asisten ingin mengirim surel atau membagikan album ke kontak lain. Jadwal Ketersediaan untuk Wilayah Tertentu

Google mengonfirmasi fitur ini akan digelar bertahap dalam beberapa pekan ke depan. Pada tahap awal, pengguna yang berlangganan paket Google AI Pro dan Ultra di Amerika Serikat menjadi yang pertama merasakan kontrol penuh atas Google Photos via AI ini. Belum ada keterangan resmi terkait jadwal perluasan ke pasar global, termasuk Indonesia.

Terkini