BULETINENERGI.COM — Suasana tegang sempat menyelimuti area Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Sejumlah simpatisan Calon Ketua Umum PBNU, Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, menggelar demonstrasi yang berujung ricuh di pintu akses gedung sidang.
Penyebab Massa Bereaksi
Kericuhan dipicu oleh perdebatan sengit dalam Sidang Pleno IV yang membahas penetapan tata tertib (tatib) muktamar. Salah satu poin yang memicu protes adalah aturan masa jeda atau iddah bagi mantan pejabat politik selama satu tahun sebelum boleh mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU.
Aturan ini dinilai simpatisan bisa menjegal pencalonan Gus Yusuf. Sebab, ia baru saja mundur dari jabatan Ketua DPW PKB Jawa Tengah pada Februari 2026 lalu. Massa yang berdemo bahkan meneriakkan yel-yel dukungan dan menuntut keadilan.
"Hidup Gus Yusuf, hidup keadilan, lawan kezaliman. Tangkap dan adili anasir-anasir jahat di Muktamar NU," teriak salah satu orator di lokasi, seperti dikutip dari pantauan kumparan. Sebagian massa bahkan sempat menjebol pertahanan Banser yang berjaga di pintu masuk.
Gus Ipul: Itu Bagian dari Dinamika
Menanggapi insiden tersebut, Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memilih bersikap tenang. Ia menganggap aksi unjuk rasa tersebut adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi besar.
"Di depan ini tadi ada semacam unjuk rasa, yang menurut saya bisa kita maklumi, kita pahami, sebagai bagian untuk menyalurkan aspirasi. Itu sungguh-sungguh kita pahami, kita maklumi," kata Gus Ipul di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Minggu (30/8).
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu menegaskan bahwa NU memiliki mekanisme sendiri untuk menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di muktamar. Ia merujuk pada sejarah organisasi yang telah 35 kali menyelenggarakan muktamar.
"Kita semua yakin bahwa Nahdlatul Ulama punya cara untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di muktamar ini. Sudah 35 kali kita bermuktamar, dan selama 35 kali itu pula, NU berhasil mengambil keputusan-keputusan yang telah disepakati bersama oleh peserta muktamar," ucapnya.
Musyawarah Tuntas, Semua Pihak Bertemu
Gus Ipul memastikan bahwa demonstrasi tersebut telah usai dan diselesaikan dengan cara musyawarah. Ia menyebutkan bahwa Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, dan Gus Yusuf telah bertemu untuk membahas tuntutan para pendukung.
"Saya sekali lagi ingin menyampaikan bahwa kalau tadi itu terjadi sedikit protes, ya itu sudah bisa diselesaikan dan sudah dilakukan musyawarah bersama-sama antar para ulama, para kiai, bahkan tadi hadir Rais Aam, Ketua Umum, dan juga ada Gus Yusuf, semua bermusyawarah dengan baik. Itulah Nahdlatul Ulama," katanya.
Dengan adanya pertemuan tersebut, diharapkan agenda Muktamar ke-35 NU selanjutnya dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti. Seluruh keputusan penting organisasi akan tetap mengacu pada mekanisme musyawarah yang menjadi ciri khas NU.