Hasil Penelitian Mengungkapkan Sikap Jual Mahal Saat PDKT Tidak Efektif

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:12:02 WIB
Ilustrasi PDKT.

JAKARTA - Ketika kamu mulai mendekati seseorang yang disukai, pasti ada teman terdekat yang menyarankan untuk bersikap santai, tidak terlalu mengejar, atau biasa dikenal dengan istilah tarik-ulur alias jual mahal.

Nasihat percintaan klasik ini diwariskan turun-temurun dan berakar pada anggapan bahwa bersikap seolah tidak terlalu butuh akan membuat pesonamu semakin memikat.

Namun, sebuah penelitian bertajuk "Are you into me? Uncertainty and sexual desire in online encounters and established relationships" membuktikan fakta sebaliknya.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Computers in Human Behaviour pada 2018 ini menegaskan bahwa mengandalkan metode jual mahal kemungkinan besar tidak akan berhasil membantumu mendapatkan kekasih.

Fakta psikologis di balik taktik jual mahal

Guna membuktikan hal tersebut, tim ahli yang dipimpin oleh profesor psikologi di IDC Herzliya, Gurit Birnbaum, melakukan serangkaian enam studi mendalam, mengutip Science Alert, Minggu (30/8/2026).

Riset ini mencakup eksperimen interaksi langsung dan analisis catatan harian peserta. Tujuannya adalah untuk melihat apakah rasa ragu terhadap niat romantis seseorang bisa memengaruhi daya tarik mereka di mata orang lain.

Pada sesi eksperimen pertama, peneliti mengundang 51 wanita dan 50 pria lajang berusia antara 19 hingga 31 tahun.

Masing-masing diberi tahu sedang mengobrol secara daring dengan peserta lain di ruangan berbeda dan diizinkan saling bertukar foto. Kenyataannya, lawan bicara mereka di seberang sana hanyalah anggota tim peneliti, dan setiap peserta hanya diperlihatkan satu foto standar dari lawan jenisnya.

Menjelang akhir sesi obrolan, seluruh partisipan dipersilakan mengirim satu pesan penutup. Sebagian peserta diberi tahu bahwa teman kencan daring mereka sangat antusias menantikan balasan, sedangkan kelompok yang lain diberi tahu sebaliknya.

Skenario ini dirancang demi menciptakan kondisi kepastian dan ketidakpastian secara psikologis terkait minat dari calon pasangan.

Hasilnya sangat menarik. Mereka yang tahu dengan pasti bahwa pasangannya antusias menunggu balasan justru menilai orang tersebut jauh lebih menarik secara seksual.

Pola serupa juga terlihat konsisten pada sisa studi lainnya, yang mana ketertarikan romantis tampak berkembang pesat ketika rasa ragu berhasil ditekan seminimal mungkin.

Hal ini juga berlaku bagi pria maupun wanita yang sudah menjalin hubungan asmara jangka panjang.

Insting pertahanan diri

Melihat temuan tersebut, lantas dari mana datangnya pemahaman bahwa bersikap cuek bisa memancing ketertarikan? Menurut penulis studi, pada dasarnya perilaku pura-pura acuh tersebut hanyalah bagian dari insting pertahanan hidup.

"Orang-orang mungkin melindungi diri mereka dari kemungkinan penolakan yang menyakitkan dengan menjauhkan diri dari pasangan yang berpotensi menolak mereka," kata profesor psikologi dan dekan di Arts, Sciences & Engineering di Rochester, sekaligus rekan penulis studi, Harry Reis.

Birnbaum menambahkan, ia menilai ketertarikan romantis seseorang bisa menjadi alarm alami untuk menilai apakah pasangannya tepat.

"Hal itu berfungsi sebagai indikator perasaan naluriah mengenai kecocokan yang memotivasi orang untuk mengejar hubungan romantis bersama pasangan yang dapat diandalkan sekaligus berharga," tutur Birnbaum.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan berpura-pura tidak butuh ini murni tameng psikologis agar seseorang tidak merasa tersakiti saat hubungan berjalan di luar harapan.

"Menghambat hasrat dapat berfungsi sebagai mekanisme yang bertujuan untuk melindungi diri dari berinvestasi dalam sebuah hubungan yang masa depannya tidak pasti," jelas Birnbaum.

Kejujuran tetap jadi kunci utama

Manusia pada dasarnya selalu dihinggapi ketakutan terhadap penolakan. Bersikap dingin di awal hubungan hanyalah cara agar kami terlihat tangguh dan tidak rentan disakiti.

Akan tetapi, di dunia nyata, dengan terus berpura-pura tidak tertarik, pesan yang akan ditangkap oleh calon pasangan adalah kamu benar-benar tidak memedulikannya.

Oleh karena itu, jika jual mahal masih menjadi metode andalanmu saat mencari cinta, bersiaplah menghadapi jalan buntu.

Trik usang ini mungkin hanya mempan jika kamu kebetulan menarik perhatian seseorang yang gemar mempermainkan perasaan atau mereka dengan gaya keterikatan menghindar.

Jika tujuan akhirmu adalah menemukan kebahagiaan jangka panjang bersama sosok pendamping yang tepat, maka bersikap jujur dan menunjukkan minat yang apa adanya adalah keputusan paling masuk akal yang bisa diterapkan.

Terkini